Paranting Nabawi
Abul Abbas Thobroni
(Mudir ma'had Nida'us Salam dan pengasuh pendidikan berbasis fitroh SABA 'Sekolah Aqil Baligh' pekalongan)
Anak adalah penyejuk mata, pelipur hati, dan penentram jiwa.
Anak adalah karunia dan kenikmatan Allah yang sangat mahal.
Oleh sebab itu mendidik anak merupakan aktifitas yang sangat menyenangkan. Dengan kedekatan kita kepada anak, kita akan merasakan kelezatan dalam hati kita.
Hal ini disebabkan karena Allah Ta'ala sudah menginstall dalam diri kita kecintaan kepada anak, sebagaimana Allah berfirman:
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)". (Ali Imron: 14)
Oleh sebab itu pasti setiap kita Cinta kepada buah hati kita, dan orang tua yang tidak cinta kepada buah hatinya, menunjukan ketidak normalan, rusaknya fitroh dan bobroknya akal mereka.
Disini akan kita sebutkan beberapa metode supaya mendidik anak menjadi sebuah kebahagiaan, kepuasan, dan sangat mengasyikan.
1. *Berhusnudzon kepada Allah*
Allah adalah Tuhan yang sempurna dalam dzat, nama, sifat, dan perbuatan Nya. Setiap apa yang Allah tetapkan pasti ada hikmah mulia dibaliknya, tidak ada penciptaan Allah yang sia-sia. Allah Ta'ala berfirman :
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 191)
Keberadaan langit, bumi, dan makhkuq yang di dalamnya bukan lah sia-sia belaka, akan tetapi semuanya memiliki hikmah dan tujuan.
Ketika menciptakan anak pun pasti Allah sudah menyiapkan peran mulia yang akan mereka jalankan. Dan pasti Allah sudah menginstal dalam diri anak sarana untuk menyempurnakan diri mereka. Allah yang telah menciptakan manusia dengan tujuan mulia, Dia juga yang menyiapkan sarana untuk sampai kepada tujuanya.
Maka terus pupuklah Husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah. Dan jangan sekali-kali Su'udzon (berburuk sangka) kepada Allah tentang masa depan anak kita.
Rosulullah bersabda dalam hadits shohih
( إن الله تعالى يقول أنا عند ظن عبدي بي إن خيرا فخير وإن شرا فشر )
"Allah berfirman : Aku sesuai dengan prasangka hambaku kepada Ku, jika ia berprasangka baik maka Aku pun baik jika ia berprasangka buruk maka Aku seperti prasangkaan tersebut"
Kenapa masa anak kok sukanya bermain..? berhusnudhonlah kepada Allah pasti ada hikmah dibalik ini dan jangan merampas masa bermainya anak.
2. *Yakinkan bahwa anda adalah guru terbaik bagi buah hati anda*.
Anda adalah orang yang dipilih oleh Allah untuk amanah buah hati anda. Dan semua pilihan Allah adalah yang terbaik karena Allah Ta'ala telah berfirman:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)". (Al Qoshos:68)
Allah lah yang mentaqdirkan pasangan hidup bagi kalian, Allah juga yang memilihkan keturunan, ada orang yang dipilih oleh Allah memiliki buah hati laki-laki, ada yang perempuan, bahkan ada yang Allah tidak diberikan amanah ini.
Allah Ta'ala berfirman:
للهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ
أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,
atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. (As Syuro' : 49-50)
Dan rupanya pilihan Allah untuk merawat makhluq yang spesial (anak) ini adalah anda, maka anda lah pendidik terbaik untuk anak anda.
Dan perlu kita ingat bahwa wujudnya anda sebagai orang tua bagi anak anda bukan sebuah kebetulan, akan tetapi karena andalah orang yang paling tepat untuk menjaga amanah besar ini.
Maka kita harus PD untuk mendidik anak kita sendiri, jadikan anda wahai ayah bunda sebagai guru pertama bagi anak dan jadikan rumah anda sebagai sekolah perdana bagi mereka.
Jangan sampai kita campakan pilihan Allah ini dengan kita bergantung dalam pendidikan anak kita kepada orang lain. Karena anda adalah pilihan Allah yang tidak mungkin meleset, sedangkan orang lain adalah pilihan anda yang bisa tepat dan bisa meleset.
Ingat jika anak anda rusak, maka orang pertama yang bertanggung jawab adalah anda, dan pertama yang akan ditanya oleh Allah adalah anda wahai orang tua bukan sekolah, bukan lingkungan, bukan media, dan bukan HP.
Ketika kita hidup pada sebuah zaman dimana tanggung jawab pendidikan diserahkan penuh kepada sekolah dan pondok, sedangkan orang tua hanyalah mempersiapkan kebutuhan sandang, pangan, dan penginapan maka kita melihat bagaimana lemah nya generasi islam zaman ini.
Dimana generasi islam dahulu pernah menjadi panutan dunia, sedangkan generasi sekarang menjadi pengekor dunia. Maka kembalilah wahai ayah bunda kepada peran utama anda yaitu menjaga keluarga dari api neraka jahanam.
3. *Anak kita adalah anak yang sangat sepesial dan hebat*
Allah telah membekali untuk anak kita fitroh yang lurus, sehingga setiap anak adalah hebat, baik, dan mulia.
Rosulullah bersabda:
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ
“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani"
Allah sudah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik, sebagaimana Firman Nya:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
"Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik"
Allah juga berfirman:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ
"Dan sungguh Kami telah muliakan anak keturunan adam"
Dan kesempurnaan
Manusia mencakup bentuk Dzahir berupa tubuh dan fisik yang sempurna, demikian juga bentuk Batin yaitu fitroh dan karakter yang mulia.
Maka setiap anak sudah diinstal semua cakupan fitroh meliputi:
- Fitroh Iman yaitu bahwa semua anak pasti Cinta kpd Allah, Islam, Rosulullah, dan al Qur'an.
- Fitroh Belajar yaitu bahwa semua anak pasti pembelajar tangguh yang tidak pernah malu, menyerah, dan minder.
- Fitroh Bakat yaitu bahwa setiap anak sudah Allah berikan bakat dan kekuatan dalam dirinya untuk menyampaikan kepada peran-peran peradaban.
Anak-anak kita adalah hebat, mereka Cinta kepada Allah, haus kepada ilmu, dan terus menyempurnakan potensi mereka untuk mengisi peran peradaban yang Allah siapkan.
Tanggung jawab anda sebagai orang tua adalah menumbuhkan fitroh - fitroh ini dan menjaganya, anda tidak usah capek-capek merubahnya atau mengisi fitroh-fitroh tsb dalam diri anak.
Jika fitroh mereka sudah tumbuh dengan sempurna, setelah itu baru kita carikan guru terbaik yang bisa mengajari mereka jika kita tidak mampu. Akan tetapi jika belum tumbuh fitroh iman dan belajarnya, maka jangan lah anak tersebut dipindah untuk sekolah di luar rumah.
Oleh sebab itu mendidik anak sangatlah mudah dan enak. Karena tugas anda hanya membersamai semua aktifitas anak, dan memberikan motivasi kepada nya. Dan nanti anak anda lah yang akan mencari sendiri sarana untuk sampai kepada kesempurnaan walaupun di tengah perjalanan harus terseok-seok dan jatuh bangun.
Janganlah terlalu lebay, khawatir, dan ketakutan berlebihan terhadap masa depan anak walaupun zaman ini banyak kerusakan. Karena kalau zaman ini banyak kerusakan maka zaman dulu pun juga banyak kerusakan.
Masih ada Allah yang akan terus menjaga anak kita dalam mengarungi samudra kehidupan dunia yang bercampur antara kebaikan dan kerusakan, maka jangan sampai kita lupa untuk menyelipkan dalam do'a kita untuk kebaikan dan keselamatan buah hati kita sebagaimana Nabi Ibrohim dan nabi yang lain mendo'akan kepada keturunnya.
Sungguh kesyirikan di zaman ini tidak lebih parah dari kesyirikan zaman Nabi Ibrohim, kedzoliman penguasa zaman ini ngak separah zaman Nabi Musa, kebobrokan moral zaman ini ngak separah zaman nabi Luth, dan kerusakan akhlak zaman ini ngak sebanding dengan kafir quraisy di zaman Rosulullah.
Maka optimis lah kita akan masa depan anak kita, dan janganlah melihat hasil sekarang, akan tetapi petiklah buah pendidikan anda ketika anak sudah baligh. Biarkan anak kita sekarang seperti ulat yang memyebalkan, akan tetapi pasti akan datang masa dimana kita akan terpesona melihat anak anda terbang bagaikan kupu-kupu yang rupawan.
4. *Setiap kita sudah dibekali fitroh ke ayah-ibu an*
Maha bijaksana Allah yang telah menciptakan makhluq dengan sangat sempurna penuh dengan hikmah. Allah juga membekali bagi mereka sarana penunjang kelangsungan hidup mereka.
Binatang dibekali oleh Allah cara untuk menjalankan misi dia diciptakan shg Lebah bisa mengambil madu dari atas gunung, semut bisa menemukan gula yang manis, dan lainnya.
Demikian tumbuhan dibekali semua alat untuk menyerap nutrisi dari tanah dan mengolahnya menjadi buah yang rasanya lezat.
Demikian juga Manusia ketika diciptakan untuk beribadah dan menjadi Kholifah di muka bumi, maka Allah membekali syahwat dan akal untuk sampai kpd tujuan mulia ini. Tanpa syahwat roda kehidupan dunia tidak akan berjalan, dan tanpa akal ibadah kepada Allah tidak akan terwujud.
Coba kita baca firman Allah Ta'ala:
إِنَّا هَدَيْنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا
"Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir". (Al Insan:3)
Allah Ta'ala juga berfirman :
قُتِلَ الْإِنسَانُ مَا أَكْفَرَهُ, مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ, مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ, ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ
"Binasalah manusia; alangkah amat kekafirannya? Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya, lalu menentukannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya", (Abasa 17-20)
Para ulama berbeda pendapat tentang jalan yang Allah mudahkan bagi setiap orang.
- Ada yang berpendapat bahwa jalan yang dimaksud adalah jalan keluar dari rahim ketika dilahirkan. Ini adalah pendapat Ibnu Abbas, Ikrimah, Qotadah, dan lainya.
- Ada yang mengatakan bahwa maksud ayat ini adalah dimudahkan amalan dengan dibekali semua sarana penunjangnya. Ini pendapat Hasan al Basri dan dirojihkan oleh Imam Ibnu Katsir.
Imam Ibnu A'syur berkata dalam tafsirnya:
لأن تيسير سبيل العمل الإنساني أعجب في الدلالة على بديع صنع الله ; لأنه أثر العقل وهو أعظم ما في خلق الإنسان وهو أقوى في المنة
"Sesungguhnya kemudahan jalan dalam amal setiap manusia merupakan bukti yang paling menakjubkan menunjukan indahnya penciptaan Allah, karena amal adalah buah dari hasil akal dan akal adalah perkara paling penting dalam penciptaan manusia, sehingga ini lebih kuat dalam kenikmatan"
Oleh sebab itu ketika Allah memilih anda sebagai ayah bunda yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengasuh buah hati, maka pasti Allah tidak akan lupa akan perangkat untuk mendidik anak. Allah sudah membekali sarana untuk menjalankan tugas tersebut.
Oleh sebab itu setiap orang tua sudah dibekali fitroh ke-ayah bundaan untuk kelangsungan hidup anaknya, maka kita harus percayakan diri kita bahwa kita pasti mampu untuk mendidik anak kita jangan pernah minder dalam membersamai anak anda. Sungguh anak anda sangat butuh anda, nasehat-nasehat anda adalah kalimat sakti yang bisa menembus sanubari anak, kedekatan anda adalah Benteng kokoh bagi anak untuk menjalani roda kehidupan yang syarat dengan ringtangan ketika dewasa.
Lihat nasehat Luqman al hakim kepada putranya sangat luar biasa, renungan nasehat Nabi Ya'qub kepada putra-putranya ketika mau meninggal dunia, dan lihat nasehat Rosulullah kepada Fatimah dan anak - anak yang bersama beliau.
5. *Kita hanya berusaha, hasilnya kita serahkan kepada Allah*
Allah hanya melihat kepada usaha keras kita dalam mendidik anak, dan Allah tidak membebankan kepada kita hasil dan buahnya. Oleh sebab kita harus optimis dalam mendidik anak semaksimal mungkin, sedangkan hasilnya maka kita serahkan kepada Allah Ta'ala.
Karena semua anak kita sudah Allah gariskan taqdir kehidupannya masing-masing dari sejak awal fase kehidupan sampai finisnya yaitu surga atau neraka.
Kesholihan anak kita adalah harapan paling tinggi kita, akan tetapi kita tidak bisa menguasi hati mereka. Semua hati manusia berada diantara jari jemari Allah tunduk dibawah kekuasaanNya.
Allah tidak pernah mencela Nabi Ibrohim ketika bapak beliau kafir, atau Nabi Nuh ketika anak dan istrinya tidak mendapatkan hidayah, Nabi Luth ketika istrinya termasuk orang yang diadzab bersama kaumnya, atau Nabi Muhammad ketika paman Abu Lahab dan Abu Tholib meninggal dalam kondisi kafir. Hal ini karena mereka sudah semaksimal mungkin untuk mendakwahi mereka.
Namun Allah murka kepada Nabi Yunus yang lari dari kaumnya karena mereka enggan menerima dakwah beliau, akhirnya beliau dimakan oleh paus dan akhirnya beliau bertaubat. Ketika pulang ke kampung halaman, beliau mendapatkan kaumnya sudah beriman.
Maka mari kita semangat dalam mendidik anak kita, karena mendidik anak sangat mengasyikan dan sangat mudah.
Kita ngak pernah tau mengerti bagaimana masa depan anak kita, ibunya Imam Syafi'i ngak pernah tau jika anak yang beliau asuh dengan semaksimal mungkin akan menjadi Imam besar, orang tua Imam Bukhori ngak pernah 'ngeh' jika anaknya akan menjadi Amirul Mukminin dalam hadits. Ketika nanti anak kita akan menjadi orang hebat yang bermanfaat bagi umat, minimal kita yang banyak kekurangan ini pernah berjuang untuk kesuksesannya.
Semoga Allah menjadikan anak kita sebagai penyejuk hati di dunia dan aset mahal di akhirat. Dan semoga kita memiliki jawaban di hadapan Allah ketika ditanya tentang buah hati kita. Amin.
WALLAHU TA'ALA A'LAM.
gabung di chanel telegram kita
t.me/nasapreneur
@nasapreneur