Just Sharing Berbagi itu indah, berbagi tidak akan mengurangi tapi dengan berbagi akan menambah


Gerakan-gerakan Dalam Sholat Yang Sangat Berpengaruh Terhadap Otak

Assalamualaikum wr.wb

Sholat yang merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan disetiap hari, ternyata banyak sekali pengaruhnya terhadap kesehatan dan perkembangan kebaikan otak manusia. Sholat adalah salah satu diantara aktivitas yang berpengaruh terhadap kebaikan otak (jasmani) sekaligus ruhani.
Gerakan-gerakan yang sangat berpengaruh terhadap Otak, diantaranya :

Ruku

   Rutinitas ruku sebanyak 17 kali dalam lima waktu sholat sehari semalam bermanfaat meningkatkan refleks, selalu siap sedia dalam berbagai keadaan. Dengan demikian, mekanisme pengaturan tekanan darah dan irama jantung akan terjaga.

Suplaidarah ke otak yang meningkat saat melakukan gerakan ini juga mengoptimalkan oksigenasi sel-sel saraf ke otak sehingga fungsi sel-sel di otak (sebagai gudang memori dan pengendali kerja seluruh sitem dan organ tubuh) menjadi optimal.

Inilah esensi dari sabda Rosululloh SAW yang diriwayatkan oleh Hasan Al-Bashri bahwa Alloh SWT tidak melihat seseorang hamba yang tidak menegakkan punggungnya antara ruku’ dan sujud,  akibat oksigenasi sel-sel saraf otak proses berpikir manusia dalam menentukan keputusan lebih jernih, mampu menimbang mana yang baik dan mana yang benar.

sehingga sholat juga menjadi sarana untuk menjaga agar tetap berada di jalan kebenaran sesuai firman-Nya: “Dirikanlah sholat! Sesungguhnya sholat itu menghalangi perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut : 45)
    I’tidal

     I’tidal atau gerakan setelah ruku adalah gerakan kembali ke posisi tegak. Posisi ini membantu metabolisme otak dan jantung agar bekerja optimal. Oleh karena itu, dalam i’tidal aliran darah yang tadinya terfokus di kepala setelah ruku’ akan turun ke badan sesuai gravitasi.

Gerakaan takbir bersamaan dengan menegakkan badan saat i’tidal menyebabkan stimulus pada cabang besar saraf di bahu-ketiak yang merupakan cabang saraf yang melayani organ jantung, paru-paru dan sebagian organ pencernaan, ketika mengangkat kedua lengan, paru-paru akan mengembang sehingga dapat meningkatkan masuknya oksigen.

Saat kedua lengan bergerak turun untuk kemudian berada di samping kanan dan kiri badan, sisa pembakaran atau metabolisme yang bermuatan negatif dikeluarkan bersamaan dengan hembusan nafas.
    Sujud

     Gerakan sujud akan membuat otot dada dan otot sela iga menjadi kuat sehingga rongga dada bertambah besar dan paru-paru berkembang dengan baik sehingga dapat menghisap udara. Lutut yang membentuk sudut yang tepat memungkinkan otot-otot perut berkembang dan mencegah kegombyongandi bagian tengah.

Gerakan sujud ini juga menambah aliran darah ke bagian atas tubuh terutama kepala (mata, telinga, hidung) serta paru-paru dan memungkinkan dibersihkannya toksin-toksin oleh darah.

Bagi wanita hamil gerakan sujud ini juga bermanfaat mempertahankan posisi janin yang sudah benar, mengurangi tekan darah tinggi, menambah elastisitas tulang, menghilangkan egoisme dan kesombongan.

Meningkatkan kesabaran dan kepercayaan kepada Alloh SWT. sehingga akan menghasilkan energi bathin yang tinggi di seluruh tubuh. Posisi ini menunjukkan ketundukkan dan kerendahan hati tertinggi (menyerahkan diri). Maka itu tak heran jika mulanya seorang sholat dalam keadaan lelah, mengantuk dan lemas akan kembali segar setelah sujud.
    Duduk Di Antara Dua Sujud

     Duduk tachiyat pertama disebut duduk iftiros atau duduk di antara dua sujud. Pada posisi ini otot-otot pangkal paha yang di dalamnya ada salah satu saraf pangkal paha yang besar yaitu di atas rumit kaki berfungsi sebagai penyangga.

Gerakan ini menyebabkan otot-otot di bagian ini terpijit (refleksi). Pijatan ini bermanfaat melindungi diri dari penyakit syaraf pangkal paha (neuralgi) yang terasa sakit dan nyeri sehingga kaki tidak dapat digerakkan, juga membantu meregangkan cabang saraf tulang belakang, segmen dada dan punggung bagian bawah serta pinggul. Tulang ekor sebagai tempat keluar cabang saraf juga akan meregang.

Pada posisi ini serabut saraf pinggang ke-2 dan 3 (daerah paha isi dalam), daerah tulang kering dan segmen ekor ke-1 (punggung kaki) akan terstimulasi (refleksi).

Segmen saraf ini melayani organ liver, ginjal, usus, saluran pembuangan (dubur), kelenjar prostat (laki-laki), rahim (perempuan), penis dan vagina sehingga gerakan ini kemungkinan besar dapat mengoptimalkan kinerja organ-organ tersebut.

Organ-organ genetalia dan enzim pencernaan juga akan bekerja secara optimal sehingga dapat mencerna dan mengolah material makanan untuk kemudian menyerapnya sesuai kebutuhan tubuh. Dengan demikian sisa-sisa pencernaan yang tidak diperlukan akan dikeluarkan pada saat buang air besar.
    Tahiyatul Akhir

     Dari sisi kesehatan nyata, gerakan salam juga merangsang refleksi di kanan kiri leher sehingga bisa mengendalikan tekanan darah dan irama jantung. Inilah bagian dari relaksasi penutup exercise lahir bathin yang dilakukan dalam sholat.

Demikianlah diantara uraian tentang otak, potensi dan kelebihannya serta perhatian Alloh terhadap nikmat otak tersebut. Semoga dengan mengetahui ini akan bisa membuat kita lebih “SYUKUR” terhadap nikmat Alloh yang bernama otak tersebut, selanjutnya akan mendapat tambahan “nikmat” dari-Nya melalui penggunaan otak secara maksimal.

Wassalamualaikum wr.wb

Share:

SALAM KEPADA NON MUSLIM

*SERI FIQH TA'AMUL*
*(Fikih bergaul)*

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

لاَ تَبْدَؤُوا اليَهُودَ والنَّصَارَى بالسَّلاَمِ، وإذا لَقِيتُمُوهُمْ في طَرِيقٍ فَاضْطَرُّوهُمْ إلى أضْيَقِهِ

_Janganlah memulai salam kepada Yahudi dan Nasrani, dan jika kalian bertemu mereka di jalan maka desaklah mereka ke jalan yang paling sempit. (Maknanya, tidak memuliakan mereka, pent.)._
  [HR Muslim]

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُوْلُوا وَعَلَيْكُمْ

_“Jika ahlul kitab mengucapkan salam kepada kalian maka balaslah dengan berucap wa alaikum.”_
(Muttafaqun alaihi)

▶ *AHLUL KITAB adalah* _Yahudi dan Nashara, dan hukum non muslim selain keduanya adalah seperti Yahudi dan Nashara dalam permasalahan menjawab salam non muslim._

❌ Maka secara mutlak, *seorang muslim tidak memulai salam kepada non muslim,*
dan manakala non muslim memulai salam maka *wajib bagi muslim menjawabnya dengan ucapan “wa alaikum”,* mengikuti perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

✅ Dan tidak mengapa, setelah itu non muslim ditanya
*“bagaimana kabarmu”,*
*“bagaimana keadaan anak-anakmu”,* sebagaimana sejumlah ulama membolehkannya.

Terlebih lagi jika ada maslahah dakwah Islam, seperti *upaya mengajak non muslim itu untuk memeluk Islam dan berlemah lembut padanya agar non muslim itu menerima dakwah Islam dan mendengarkan isi dakwahnya.*

Hal ini berdasarkan firman Allah:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

_“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”_
  (QS an-Nahl: 125)

وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ

_“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka.”_
(QS al-Ankabut: 46)

✏ Diringkas oleh Abu Hasan Arif dari Majmu Fatawa Syaikh Abdul Aziz bin Baz, jilid 5 hal 406, cet 1413 H/1992 M.

Share:

TUJUH KEISTIMEWAAN BUMI PALESTINA

PALESTINA memiliki kedudukan istimewa dilubuk hati setiap muslim. Palestina adalah tanah suci yang diberkahi sebagaimana disebutkan dalam Al Quran:

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al Isra:1)

Di sana terdapat Masjid Al Aqsa yang bagi umat Islam memiliki beberapa keistimewaan:

1. Kiblat pertama umat Islam

2. Masjid kedua yang dibangun di muka bumi seperti dinyatakan di dalam hadits

Abu Dzar al-Ghifari ra. Berkata: “ Aku bertanya kepada Rasulullah: “Wahai, Rasulullah, masjid apakah yang pertamakali dibangun di muka bumi?” beliau menjawab: “ Masjid al-Haram”. Lalu aku bertanya lagi: “ Kemudian masjid apa lagi?” beliau menjawab: “Masjid al-Aqsha”. Aku bertanya lagi: “ Berapa jarak pembangunan antara keduanya?” beliau menjawab: “empat puluh tahun.Kemudian dimana saja kamu mendapati waktu shalat telah tiba, maka shalatlah (kamu disitu)”. [hadits shahih diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Nasai dan Qazuwaini]

3. Rasulullah saw. Juga bersabda: ” Shalat di masjid al-haram lebih utama seratus ribu kali lipat dibandingkan shalat di masjid lainnya, dan shalat dimasjidku (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali lipat (dibanding shalat di masjid lainnya) dan shalat di masjid baitul maqdis (masjid al-Aqsha) lebih utama limaratus kali lipat (dibanding shalat di masjid lainnya)”. [diriwayatkan oleh at Thahawi]

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. Bersabda: ”Tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan kecuali menuju tiga masjid: masjid al-Haram, masjidku ini (masjid Nabawi) dan masjid al-Aqsha”.[diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim]

4. Palestina adalah terminal akhir dari perjalanan Isra Nabi Muhammad saw. Dan sekaligus titik awal Mi’rajnya ke langit untuk menerima perintah shalat lima waktu, seperti telah disebutkan dalam surat al-Isra ayat 1 di atas.

5. Negeri para Nabi, dimana banyak nabi-nabi dilahirkan, hidup dan dimakamkan di sana, seperti Nabi Ibrahim, Ishak, Sulaiman, Musa, Daud dan lainnya.

6. Palestina juga adalah Negeri tempat dikumpulkan dan dihidupkan kembali semua umat manusia, dari sejak Nabi Adam hingga generasi akhir zaman. Tempat domisilinya Darul Islam. Orang yang teguh untuk tetap tinggal disana karena Allah, bagai seorang mujahid yang berjihad di jalan-Nya.

Abu Umamah al-Bahili ra. Berkata: bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: “Senantiasa akan ada sekelompok orang dari ummatku yang memperjuangkan kebenaran dan memerangi musuh mereka. Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka hingga ketentuan Allah swt. Menyambangi mereka dan mereka akan tetap seperti itu”. Mereka bertanya: ”Ya Rasulullah, dimanakah mereka itu?” beliau menjawab: ”mereka berada di Baitul Maqdis di Sekitar Baitul Maqdis”.

7. Pusat berkumpulnya generasi kedua dari kelompok yang ditolong Allah sampai hari Kiamat. []

Sumber: al Haqaaiq wa ats Tsawabit fil Qadliyyah al Filisthiniyyah/Karya : Dr. Muhsin Muhammad Shaleh/Penerjemah : Heri Efendi, Lc

*Islampos.com



Share:

20 HADITS DHAIF DAN MAUDHU YANG POPULER

Berikut adalah 20 hadits maudhu dan dhaif yang sering diucapkan oleh orang awam atau bahkan pula para penceramah dan khotib. Semoga kita diberi hidayah oleh Allah dan dijauhkan diri dari kebodohan.

1. Hadits :

الحديث في المسجد يأكل الحسنات كما تأكل البهائم الحشيش

“Bercakap-cakap di masjid itu memakan (menghilangkan) kebaikan sebagaimana hewan ternak memakan rerumputan”

Hadits tidak ada asalnya.
Lihat :Takhrijul Ihya (1/136), Thabaqot Asy-Syafi’iyyah karya As-Subki (4/145) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/4)

2. Hadits :

اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً

“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati esok hari ”

Hadits tidak shahih secara marfu’.
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/8)

3. Hadits :

صنفان من أمتي إذا صلحا، صلح الناس : الأمراء والفقهاء

“Dua golongan dari umatku, apabila mereka baik maka baik pulalah seluruh manusia, yaitu para penguasa dan para ulama”

Hadits maudhu’ (palsu).
Lihat : Takhrijul Ihya (1/6) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/16)

4. Hadits :

توسلوا بجاهي فإن جاهي عند الله عظيم

“Bertawassullah dengan jahku (kedudukanku), karena sesungguhnya kedudukanku di sisi Allah sangat agung”

Hadits tidak ada asalnya
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/22)

5. Hadits :

من نام بعد العصر فاختُلس عقله فلا يلومنَّ إلا نفسه

“Barangsiapa yang tidur setelah ashar kemudian akalnya hilang, maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri”

Hadits Maudhu’.
Lihat : Al-Maudhu’at (3/69), Al-La’ali al-Mashnu’ah (2/279), dan Tartibul Maudhu’at (839)

6. Hadits :

من حج البيت ولم يزرني فقد جفاني

“Barangsiapa berhaji ke Baitullah dan tidak mengunjungiku, sungguh dia telah berlaku tidak sopan padaku”

Hadits maudhu’
Lihat : Tartibul Maudhu’at (600) dan Al-Fawaid al-Majmu’ah (326)

7. Hadits :

من حج فزار قبري بعد موتي كان كمن زارني في حياتي

“Barangsiapa berhaji lalu mengunjungi kuburanku setelah matiku, dia seperti mengunjungiku waktu hidupku”

Hadits dhaif.
Lihat : Qa’idah Jalilah (57), Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/47)

8. Hadits :

اختلاف أمتي رحمة

“Perbedaan pada umatku adalah rahmat”

Hadits Maudhu’.
Lihat : Al-Asrar al-Marfu’ah (506) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/11)

9. Hadits :

من عَرَفَ نفسهُ فقد عرف ربَّه

“Barangsiapa mengenal dirinya, maka dia telah mengenal Tuhannya”

Hadits maudhu’.
Lihat : Tanzih Asy-Syariah (2/402) dan Tadzkiratul Maudhu’at (11)

10. Hadits :

الناس كلهم موتى إلا العالمون والعالمون كلهم هلكى إلا العاملون والعاملون كلهم غرقى إلا المخلصون والمخلصون على خطر عظيم

“Seluruh manusia adalah mati kecuali orang-orang yang berilmu, dan semua orang-orang yang berilmu adalah celaka kecuali orang-orang yang beramal, dan semua orang-orang yang beramal adalah tenggelam kecuali orang-orang yang ikhlas dan orang-orang yang ikhlas berada pada bahaya yang besar ”

Hadits Maudhu’
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/76)

11. Hadits :

إن لكل شيء قلباً وإن قلب القرآن (يس) من قرأها فكأنما قرأ القرآن عشر مرات

“Segala sesuatu mempunyai hati (inti) dan sesungguhnya hati Alqur'an adalah surat Yaasiin, barangsiapa membacanya, maka bagaikan membaca Alqur'an sebanyak sepuluh kali”

Hadits maudhu’.
Lihat : Al-‘Ilal Li Ibni Abi Hatim (2/55) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/169)

12. Hadits :

فكرة ساعة خير من عبادة ستين سنة

“Berfikir sesaat lebih baik daripada beribadah selama enampuluh tahun”

Hadits maudhu’.
Lihat : Tanzih Asy-Syariah (2/305) dan Tartibul Maudhu’at (964)

13. Hadits

صوموا تصحوا

“Berpuasalah kalian, niscaya kalian sehat”

Hadits dhaif.
Lihat : Takhrijul Ihya (3/87) dan Tadzkiratul Maudhu’at (70)

14. Hadits :

لولاك ما خلقت الدنيا

“Kalau bukan karena kamu (Muhammad), tidaklah Aku menciptakan dunia”

Hadits maudhu’.
Lihat : Tartibul Maudhu’at (196) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/282)

15. Hadits :

من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة لم تصبه فاقة أبداً

“Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah pada tiap malam, maka tidak akan tertimpa kefakiran selamanya”

Hadits dhaif .
Lihat : Tanzih Asy-Syariah (1/301) dan Al-Fawaid al-Majmu’ah (972)

16. Hadits :

من تمسك بسنتي عند فساد أمتي فله أجر مئة شهيد

“Barangsiapa berpegang teguh dengan sunnahku pada waktu rusaknya umatku, maka baginya pahala seratus orang syahid”

Hadits dhaif jiddan .
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/326)

17. Hadits :

أنا ابن الذبيحين

“Aku adalah anak dua orang yang (akan) disembelih”

Hadits tidak ada asalnya .
Lihat : Al-Maqasid al-Hasanah (141)

18. Hadits :

خير الأسماء ما عبِّد وما حمِّد

“Sebaik-baik nama adalah yang disisipkan Abd (=hamba) dan ada Hamd (pujian)nya”

Hadits maudhu’ .
Lihat : Al-Asrar al-Marfu’ah (192)

19. Hadits :

اطلبوا العلم ولو بالصين

“Tuntutlah ilmu walaupun di negeri China”

Hadits maudhu’ .
Lihat : Tartibul Maudhu’at (111) dan Al-Fawaid al-Majmu’ah (852)

20. Hadits :

شاوروهن - يعني النساء - وخالفوهن

“Bermusyawarahlah dengan mereka (yaitu para istri) dan selisihilah”

Hadits tidak ada asalnya.
Lihat : Tadzkiratul Maudhu’at (128) Al-Asrar al-Marfu’ah (240)

Wallahu A'lam

�� (Abu Maryam Abdusshomad, dinukil dari tulisan Syaikh Ihsan bin Muhammad ‘Ayisy : Miatu Hadits Minal Ahadits ad-Dhaifah Wal Maudhu’ah)

Share:

10 Alasan Kenapa Laki-Laki Harus Shalat Berjamaah Dij Masjid

Ayo bersegera datangi masjid dan musholla yg mengumandangkan azan

Ajak anak ....saudara ...teman.... untuk sholat berjamaah....
Tinggalkan segala aktifitas sementara..

��������������������

Memang ada ikhtilaf ulama apakah Wajib Ain bagi laki-laki hukumnya shalat  berjamaah di masjid atau hukumnya sunnah saja. Akan tetapi PENDAPAT TERKUAT HUKUMNYA WAJIB. Dengan beberapa alasan berikut:

 

1. Allah yang langsung memerintahkan dalam al-Quran agar shalat berjamaah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyahrahimahullah berkata,

، فلا بد لقوله { مع الراكعين } من فائدة أخرى وليست إلا فعلها مع جماعة المصلين والمعية تفيد ذلك

“makna firman Allah “ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’, faidahnya yaitu tidaklah dilakukan kecuali bersama jamaah yang shalat dan bersama-sama.”[1]

 

2. saat-saat perang berkecamuk, tetap diperintahkan shalat berjamaah. Maka apalagi suasana aman dan tentram. Dan ini perintah langsung dari Allah dalam al-Quran

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةُُ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلِيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَى أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan  satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu.” (An-Nisa’ 102)

Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,

ففي أمر الله بإقامة الجماعة في حال الخوف : دليل على أن ذلك في حال الأمن أوجب .

 

“pada perintah Allah untuk tetap menegakkan shalat jamaah ketika takut (perang) adalah dalil bahwa shalat berjamaah ketika kondisi aman lebih wajib lagi.”[2]

 

Ibnul Qayyim Al-Jauziyahrahimahullah menjelaskan,

وفي هذا دليل على أن الجماعة فرض على الأعيان إذ لم يسقطها سبحانه عن الطائفة الثانية بفعل الأولى، ولو كانت الجماعة سنة لكان أولى الأعذار بسقوطها عذر الخوف، ولو كانت فرض كفاية لسقطت بفعل الطائفة الأولى …وأنه لم يرخص لهم في تركها حال الخوف

“Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa shalat berjamaah hukumnya fardhu ain bukan hanya sunnah atau fardhu kifayah,  Seandainya hukumnya sunnah tentu keadaan takut dari musuh adalah udzur yang utama. Juga bukan fardhu kifayah karena Alloh menggugurkan kewajiban berjamaah atas rombongan kedua dengan telah berjamaahnya rombongan pertama… dan Allah tidak memberi keringanan bagi mereka untuk meninggalkan shalat berjamaah dalam keadaan ketakutan (perang).“[3]

 

3.Orang buta yang tidak ada penuntut ke masjid tetap di perintahkan shalat berjamaah ke masjid jika mendengar adzan, maka bagaimana yang matanya sehat?

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhudia berkata,

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

“Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).”[4] 

Dalam hadits yang lain yaitu, Ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya). Dia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».

“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.”[5]

 

4.wajib shalat berjamaah di masjid jika mendengar adzan

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

“Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” [6]

 

5.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman kepada laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh.Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”[7]

Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,

وفي اهتمامه بأن يحرق على قوم تخلفوا عن الصلاة بيوتهم أبين البيان على وجوب فرض الجماعة

“keinginan beliau (membakar rumah) orang yang tidak ikut shalat berjamaah di masjid merupakan dalil yang sangat jelas akan wajib ainnya shalat berjamaah di masjid”[8]

 

6.tidak shalat berjamaah di masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.

Dari Abdullah bin Mas’udradhiallahu anhu dia berkata:

وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ

“Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya.Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.”[9] 

 

7.shalat berjamaah mendapat pahala lebih banyak

Dalam satu riwayat 27 kali lebih banyak

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.”[10]

diriwayat yang lain 25 kali lebih banyak:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَعْدِلُ خَمْسًا وَعِشْرِينَ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ

“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 25 derajat.”[11]

Banyak kompromi hadits mengenai perbedaan jumlah bilangan ini. Salah satunya adalah “mafhum adad” yaitu penyebutan bilangan tidak membatasi.

 

8.keutamaan shalat berjamaah yang banyak

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

“Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan subuh dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.”[12]

 

9. tidak shalat berjamaah akan dikuasai oleh setan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

“Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itutetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).”[13]

 Hb yg ga gan

10.amal yang pertama kali dihisab adalah shalat, jika baik maka seluruh amal baik dan sebaliknya, apakah kita pilih shalat yang sekedarnya saja atau meraih pahala tinggi dengan shalat berjamaah?

Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallambersabda,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَاةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui,“Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”[14]

 

Khusus bagi yang mengaku mazhab Syafi’i (mayoritas di Indonesia), maka Imam Syafi’i mewajibkan shalat berjamaah dan tidak memberi keringanan (rukshah).

Imam Asy Syafi’i  rahimahullahberkata,

وأما الجماعة فلا ارخص في تركها إلا من عذر

“Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.”[15]

Berikut ini beberapa keutamaan shalat berjamaah di masjid.
1. Memenuhi panggilan azan dengan niat untuk melaksanakan shalat berjamaah.
2. Bersegera untuk shalat di awal waktu.
3. Berjalan menuju ke masjid dengan tenang (tidak tergesa-gesa).
4. Masuk ke masjid sambil berdoa.
5. Shalat tahiyyatul masjid ketika masuk masjid. Semua ini dilakukan dengan niat untuk melakukan shalat berjamaah.
6. Menunggu jamaah (yang lain).
7. Doa malaikat dan permohonan ampun untuknya.
8. Persaksian malaikat untuknya.
9. Memenuhi panggilan iqamat.
10. Terjaga dari gangguan setan karena setan lari ketika iqamat dikumandangkan.
11. Berdiri menunggu takbirnya imam.
12. Mendapati takbiratul ihram.
13. Merapikan shaf dan menutup celah (bagi setan).
1 4 . Menjawab imam saat mengucapkan sami’allah.
15. Secara umum terjaga dari kelupaan.
16. Akan memperoleh kekhusyukan dan selamat dari kelalaian.
17. Memosisikan keadaan yang bagus.
18. Mendapatkan naungan malaikat.
19. Melatih untuk memperbaiki bacaan al-Qur’an.
20. Menampakkan syiar Islam.
21. Membuat marah (merendahkan) setan dengan berjamaah di atas ibadah, saling ta’awun di atas ketaatan, dan menumbuhkan rasa giat bagi orangorang yang malas.
22. Terjaga dari sifat munafik.
23. Menjawab salam imam.
24. Mengambil manfaat dengan berjamaah atas doa dan zikir serta kembalinya berkah orang yang mulia kepada orang yang lebih rendah.
25. Terwujudnya persatuan dan persahabatan antartetangga dan terwujudnya pertemuan setiap waktu shalat.
26. Diam dan mendengarkan dengan saksama bacaan imam serta mengucapkan “amiin” saat imam membaca “amiin”, agar bertepatan dengan ucapan amin para malaikat.[16]

 

Masih banyak dalil-dalil lainnya mengenai wajib dan keutamaan shalat berjamaah di masjid.

 

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

Keterangan Dalil Ilmiah:

[1] Ash-Shalatu wa hukmu tarikihahal. 139-141

[2] Al- Ausath 4/135

[3] Kitab Sholah hal. 138, Ibnu Qoyyim

[4] HR. Muslim no. 653

[5] HR. Abu Daud, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits inishahih

[6] HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Misykat al-Mashabih: 1077 dan Irwa’ al-Ghalil no. 551

[7] HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651

[8] Al-Ausath 4/134

[9] HR. Muslim no. 654

[10] HR. Bukhari

[11] HR. Muslim

[12]  Fathul Bari 2/154—157

[13]  HR. Abu Daud no. 547, An-Nasai no. 838, dan sanadnya dinyatakan hasan oleh An-Nawawi

[14] HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi no. 413 dishahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2571

[15] Ash Shalah wa Hukmu Tarikihahal. 107

[16] Syarh al-Bukhari, al-‘Utsaimin, 3/62, Fathul Bari, 2/154—157, dinukil dari situs..

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

www.muslimafiyah.com

Share:

SERAT JOYOBOYO

*P E P E L I N G*

Mbesuk yen wis ono kreto tanpa jaran..
Tanah Jowo kalungan wesi..
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang..
Kali ilang kedhunge..
Pasar ilang kumandange..
Iku tondo yen tekane jaman Joyoboyo wis cedhak..

Bumi soyo suwe soyo mengkeret..
Sekilan bumi dipajeki..
Jaran doyan mangan sambel..
Wong wadon nganggo pakeyan lanang..
Wong lanang koyo wong wadon..
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman..
Akeh janji ora ditetepi..
Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe..
Menungso podho seneng nyalah..
Ora ngendahake aturaning Gusti..

Barang jahat diangkat-angkat..
Barang suci dibenci..
Akeh menungso mung ngutamakke duwit..
Lali kamanungsan..
Lali kabecikan..
Lali sanak lali kadang..
Kepingine mung urip mukti..
Ngumbar nafsu angkoro murko..
Nggedekake duroko..

Wong bener thenger-thenger..
Wong salah malah bungah..
Wong apik malah ditampik..
Wong jahat munggah pangkat..
Wong agung kasinggung..
Wong olo kapujo-pujo..
Wong wadon ilang kawirangane..
Wong lanang ilang kaprawirane..
Akeh wong ngedol elmu..
Akeh wong ngaku-aku..
Njobone putih njerone dadu..
Ngakune suci, nanging sucine palsu..
Akeh bujuk akeh lojo..
Akeh udan salah mongso..
Akeh prawan nglairake anak..
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapak'e..

Agomo akeh sing nantang..
Prikamanungsan soyo ilang..
Omah suci dibenci..
Omah olo soyo dipujo..
Anak mangan bapak..
Sedulur mangan sedulur..
Konco dadi mungsuh..
Guru  podho disatru..
Tonggo podho curigo..
Kono-kene soyo angkoro murko..

Mbesuk yen ono peperangan..
Teko soko wetan, kulon, kidul lan lor..
Akeh wong becik soyo sengsoro..
Wong jahat soyo seneng..
Wektu iku akeh dandang diunekake kuntul..
Wong salah dianggep bener..
Pengkhianat nikmat..
Durjono soyo sempurno..
Wong jahat munggah pangkat..
Wong lugu kebelenggu..
Wong mulyo dikunjoro..
Wong wadon nglamar wong lanang..
Wong lanang ngasorake drajate dhewe..
Sing kebat kliwat..
Sing telah sambat..
Sing gede kesasar..
Sing cilik kepleset..
Sing anggak ketunggak..
Sing wedi mati..
Sing nekat mbrekat..
Sing jerih ketindih..
Sing ngawur makmur..
Sing ngati-ati ngrintih..
Sing ngedan keduman..
Sing waras nggagas..

namung sakniki seng lagi digandrungi yoiku ..
Ing ngarso numpuk bondho..
Ing madyo mangan konco..
Tut wuri nggolek rai..

Pitutur Jowo asli iki ojo dilalekno yo lurrr..
Urip iki mung sedhelo..
Mulo, pitutur iki sebarno marang poro konco..
Ora karep ngguroni tapi mung ngelingno kareben tetep waspodo tansah eling marang dawuhe Gusti Allah Kang Moho Kuoso....

Share:

18 Wasiat Untuk Para Penghafal Alquran


Pada artikel kali ini silahkan disimak kelanjutan dari poin sebelumnya. Selamat membaca.

��10. wahai penghafal Al-Qur’an…. sesungguhnya penjagaan terhadap sesuatu yang tinggi lebih sulit dari pada usaha ketika mencapainya.

عن أبي موسى عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: تعاهدوا القرآن فو الذي نفسي بيده لهو أشد تفصيا من الابل في عقلها ”

“Dari Abu musa –semoga Allah meridhainya- bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jagalah Al-Quran ini, karena demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh ia lebih cepat lepas daripada unta dalam ikatannya”. (HR. Bukhari 4645).

Kata “ta’aahaduu” artinya ulang-ulangilah Al-Qur’an dan peliharalah di dalam membacanya serta mintalah pada diri kalian untuk selalu mengulanginya. Janganlah lalai dari menjaga dan mengulang-ulangnya. . sebagaimana seekor unta ia meminta agar tidak terlepas sebisa mungkin. Maka, kapan saja kita tidak mengikatnya, ia akan lari. Begitu juga dengan seorang penghafal Al-Qur’an, jika ia tidak betul-betul menjaganya, maka hafalannya akan hilang bahkan lebih dahsyat lagi dari pada itu.

Ibnul Bathal mengatakan: hadits ini sesuai dengan dua ayat dari firman Allah ‘Azza Wa Jalla yaitu:

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat”. (QS. Al Muzzammil: 5).

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”. (QS. Al Qamar: 17) artinya: barang siapa yang menyambut Al-Qur’an dengan penjagaan yang kuat, maka akan dimudahkan baginya. Dan barang siapa yang berpaling darinya, maka ia akan lepas. (Fathul Baari).

وعن ابن عمر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مثل القرآن مثل الابل المعلقة إن تعاهدها صاحبها بعقلها أمسكها عليه وإن أطلق ذهبت

“Dari ibnu umar –semoga Allah meridhainya- berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “perumpamaan Al-Qur’an adalah seperti unta yang diikat, jika pemiliknya menjaganya dengan tali pengikatnya, maka ia akan tetap ada (tidak lari). Dan jika pemiliknya membiarkannya, maka ia akan lari”. (HR. Bukhari 4643)

��11. Wahai penghafal Al-Qur’an…. janganlah engkau menjauhkan dirimu dari derajat yang tinggi ini setelah engkau mendapatkannya.

Ibnu hajar –semoga Allah merahmatinya- berkata di dalam Fathul Baari: “para salafush shalih berselisih di dalam masalah melupakan Al-Qur’an. Diantara mereka ada yang menjadikannya termasuk dosa-dosa besar. Adh Dhahhak bin muzahim berkata: tidaklah salah seorang mempelajari Al-Qur’an kemudian ia melupakannya, melainkan disebabkan dosa yang ia lakukan, karena Allah subhaanahu wata’aala berfirman: ”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri”. (QS. Asy Syura: 30), dan melupakan Al-Qur’an adalah merupakan musibah paling besar!

Abu ‘Aliyah –semoga Allah merahmatinya- berkata: “kami memasukkan ke dalam dosa-dosa yang paling besar adalah seseorang mempelajari Al-Qur’an kemudian tidur darinya sehingga ia melupakannya”. Dan sanadnya baik.

Dan dari jalan ibnu sirin dengan sanad yang shahih tentang orang yang melupakan Al-Qur’an, mereka sangat membencinya dan mengatakan tentang mereka dengan perkataan yang keras… dan berpaling dari membacanya dapat menyebabkan ia melupakan Al-Qur’an, adapun melupakannya berarti menunjukkan bahwa ia tidak memperhatikannya dan menganggap remeh dengan urusan tersebut.. dan meninggalkan penjagaan terhadap Al-Qur’an dapat mengakibatkan ia kembali kepada kebodohan.. adapun kembali kepada kebodohan setelah mendapatkan ilmu adalah perkara yang sangat besar.

Ishaq Bin Rahawaih berkata: “seseorang itu dibenci jika ia melewati empat puluh hari tidak membaca Al-Qur’an sedikit pun”.

��12. wahai penghafal Al-Qur’an…. bangkitlah dan perbanyaklah mempelajarinya, niscaya engkau akan hidup dengannya.

Adz dzahabi berkata di dalam siyarnya: abu Abdullah bin bisyr berkata: “aku tidak pernah melihat perselisihan yang sangat baik di saat ia menginginkan satu ayat dari Al-Qur’an dari pada Abu Sahl Bin Ziyad, ia adalah tetangga kami, ia selalu melakukan shalat malam dan membaca Al-Qur’an. karena banyaknya mempelajari Al-Qur’an seakan-akan Al-Qur’an itu berada diantara kedua matanya”.

��13. wahai penghafal Al-Qur’an…selama engkau menjaganya di dalam hatimu, maka jagalah ia dalam anggota badanmu.

Imam Al Qurthubi –semoga Allah merahmatinya- berkata di dalam tafsirnya: “wajib bagi seorang penghafal Al-Qur’an dan pencari ilmu untuk bertaqwa kepada Allah di dalam dirinya dan mengikhlaskan niat hanya untuk Allah. Jika sesuatu yang ia benci mendahuluinya, maka bersegeralah untuk taubat dan kembali kepada Allah serta mulailah ikhlas di dalam menuntut dan mengamalkannya. dan sesuatu yang selayaknya bagi penghafal Al-Qur’an adalah menjaganya lebih dari yang selazimnya dari pada yang lainnya sebagaimana ia mendapatkan pahala yang tidak didapatkan oleh selainnya.

��14. wahai penghafal Al-Qur’an…janganlah engkau tertipu dengan hafalanmu sehingga engkau tidak mengamalkannya.

Telah ada dalam riwayat Syu’bah dari Qatadah, ia merupakan tambahan yang terperinci dari makna yang dimaksud. Dan perumpamaan yang disebutkan adalah orang yang membaca Al-Qur’an dan tidak menyelisihi apa yang terkandung di dalamnya dari hal perintah, larangan dan bukan hanya bacaan saja. “orang mukmin yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya , maka ia bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti”.

��15. wahai penghafal Al-Qur’an…. hargailah kedudukan yang ada di dalam dadamu dan berikanlah hak dan derajatnya. Sebagaimana engkau telah naik ke tingkat yang paling tinggi dengan hafalan Al-Qur’an, maka di hadapanmu ada tanggung jawab dan kewajiban yang setara dengan itu. Sesungguhnya hafalan itu bukanlah piagam yang digantungkan atau dipajang, dan bukan syahadah yang dibanggakan dan bukan pula pendapatan yang membedakan, akan tetapi hafalan merupakan amanah yang wajib ditunaikan haknya.

��16. Selayaknya bagi penghafal Al-Qur’an mempunyai sebaik-baik akhlak dan keadaan.

Fudhail Bin Iyadh berkata: “penghafal Al-Qur’an adalah pembawa panji islam, tidak selayaknya baginya untuk lalai bersama orang yang lalai, lupa bersama orang yang lupa, dan berkata yang tidak bermanfa’at bersama orang yang berkata tidak bermanfaat, sebagai bentuk pengagungan akan hak Al-Qur’an”.

Ia adalah hati yang tetap dan Penegak kebenaran

��17. wahai penghafal Al-Qur’an…. janganlah engkau sombong terhadap orang yang tidak menghafalkan Al-Qur’an, karena bisa jadi orang yang lebih sedikit hafalan disebabkan ada alasan tertentu itu lebih beruntung dari pada seorang penghafal yang tertipu lagi merugi.

Dari Abdullah Bin ‘Amr berkata: Seorang pria datang kepada Rasulullah dan berkata, “Ajarkan saya apa yang harus saya lafalkan, ya Rasulullah!” Nabi berkata: ”Ucapkan tiga dari mereka) yang dimulai (dengan huruf Alif, Lam, Ra ‘) Pria itu kemudian berkata kepadanya,’ Aku telah menjadi tua di usia, hati saya sudah mengeras dan lidahku menjadi keras. ‘ Nabi berkata: “(Kemudian membaca dari orang-orang) yang dimulai (dengan huruf Ha-Mim. ) Pria itu mengatakan hal yang sama seperti yang telah dikatakan sebelumnya, sehingga Nabi berkata,: “Ucapkan tiga dari Musabbihat tersebut. ) Pria itu kembali mengatakan hal yang sama seperti yang ia katakan sebelumnya. Orang itu berkata, `Melainkan memberi saya sesuatu untuk membaca yang bersifat menyeluruh (dari semua ini), wahai Rasulullah. ” Jadi Nabi menyuruhnya untuk melafalkan: surah Az Zalzalah, Kemudian tatkala dia (Nabi) selesai membacakan Surah kepadanya orang itu berkata, ‘Dengan Dialah yang telah mengirimkan Anda dengan kebenaran sebagai Nabi, saya tidak akan menambah apa pun untuk itu. ‘Kemudian pria itu berbalik dan kiri, dan Nabi berkata,: (Laki-laki kecil telah berhasil, pria kecil telah berhasil. ) Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no: 1191, para perowinya adalah terpercaya. Isa Bin Hilal As-Shadafi telah dikuatkan oleh Ibnu Hibban. Al-Hafid Ibnu Hajar berkata dalam At-Taqrib: “shoduq”. Imam Bukhari dan Abu Hatim berkata: “tidak shahih hadits”. (dibawakan oleh Syaikh Al-Albany dalam Dhaif Sunan Abu Dawud no: 300).

��18. Wahai penghafal Al-Qur’an…. janganlah engkau menunggu pujian dan sanjungan dari manusia, akan tetapi bersungguh-sungguhlah untuk tidak terpengaruh oleh pujian mereka kemudian kau palingkan mereka untuk ikhlas kepada Allah saja.

Memang benar, kita harus menghormati penghafal Al qur’an, karena di tenggorokannya ada kalaamullah (perkataan Allah). Dan salah satu tanda pengagungan terhadap Allah adalah dengan memuliakan penghafal Al-Qur’an dengan tidak berlebih-lebihan padanya dan tidak pula meremehkannya. Ibnu Abdil Barr –semoga Allah merahmatinya- berkata: “para penghafal Al-Qur’an mereka adalah yang diliputi rahmat Allah , yang mengagungkan kalaamullah, dan yang dipakaikan cahaya Allah. Barang siapa yang mencintai mereka berarti mencintai Allah, dan barang siapa yang memusuhi mereka, maka ia telah menganggap remeh hak Allah. Pemilik kitab Al Fawakih Ad Dawaani telah menukil perkataan ahli ilmu: “bahwa sesungguhnya menggunjing orang yang berilmu dan penghafal Al-Qur’an itu lebih besar (dosanya) dari pada menggunjing selain keduanya”.

Walaupun demikian, seorang penghafal Al qur’an hendaklah tidak tertipu oleh penghormatan yang datang kepadanya, karena barangkali ketidak ikhlasannya akan mengeluarkannya dari antara mereka.

Jika seseorang telah keluar dari lembaga hafalan Al-Qur’an dan masa perpisahan dengan sekolah dan para guru sudah dekat, maka selayaknya ia mengingat usaha yang telah ia curahkan dan menghargai kedudukannya sesuai dengan kadarnya serta diakhiri dengan wasiat yang sesuai. Inilah kalimat Abdullah bin mas’ud ketika beliau melepaskan murid-muridnya di kufah setelah beliau bersungguh-sungguh mengajari dan menghafalkan Al-Qur’an untuk mereka dan beliau hendak pergi ke kota madinah: Dari Abdurrahman bin ‘abis ia berkata: ”telah mengabarkan kepada kami seseorang dari Hamadan salah seorang sahabat Abdullah bin mas’ud –semoga Alah meridhainya- ia berkata: “ketika Abdullah bin mas’ud hendak pergi ke kota madinah, beliau mengumpulkan semua para sahabatnya dan berkata: ”Demi Allah, sungguh aku berharap hari ini ada orang diantara kalian yang menjadi lebih utama diantara para prajurit kaum muslimin dalam urusan agama, fiqh dan ilmu Al-Qur’an. Sesungguhnya Al-Qur’an ini diturunkan di atas huruf-huruf, barang siapa yang membacanya di atas sesuatu dari huruf-huruf tersebut yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, maka janganlah ia tinggalkan karena kebencian (ketidaksukaan) terhadapnya, karena sesungguhnya siapa yang menentang satu ayat dari padanya berarti ia menentang seluruhnya”. (HR. Ahmad 3652)

“Ya Allah, Yang telah menciptakan langit dan bumi, Wahai Pemilik kebesaran dan karunia. Kami memohon kepada-Mu Ya Allah Wahai Yang Maha Pengasih dengan kemuliaan-Mu dan cahaya Wajah-Mu agar memberi petunjuk kepada mereka yang telah menghafalkan kitab-Mu, dan menetapkan hati mereka untuk selalu menjaga hafalan kitab-Mu sebagaimana yang telah Engkau ajarkan, serta memudahkan mereka untuk selalu membacanya sesuai dengan apa yang Engkau ridhai.

“Ya Allah, Yang telah menciptakan langit dan bumi, Wahai Pemilik kebesaran dan karunia. Kami memohon kepada-Mu Ya Allah Wahai Yang Maha Pengasih dengan kemuliaan-Mu dan cahaya Wajah-Mu, agar Engkau menerangi pandangan mereka dengan kitab-Mu dan meluruskan lisan mereka dengannya, mensucikan hati mereka dengannya, melapangkan dada mereka dengannya dan membebaskan kesedihan mereka dan seluruh kaum muslimin dan muslimin dengannya”.

Shalawat dan salam senantiasa kami haturkan kepada Nabi kita Muhammad.

Diterjemahkan dari buku kecil berjudul “Washaayaa Li Haafidzaati Kitaabillah”, karya, Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, Daar Al Wathan Lin Nasyr, cetakan pertama, tahun 1420 H/ 1999 M

Alih bahasa:

Al faqiirah ilaa ‘afwi Rabbiha Ummu Fayha, Anisah

��  Washaayaa Li Haafidzaati Kitaabillaah/cahayaummulquro.com

➖➖➖➖➖➖

۞Allahu A'lam

سبحا نك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك واتوب إليك

Share:

WAKTU LAKSANA PEDANG


    �� *FAEDAH  PAGI* ��

Benarlah kata orang, waktu laksana pedang. Jika kita tidak mampu memanfaatkannnya, waktu sendiri yang akan menebas kita. Semangatlah dalam memanfaatkan waktu luang Anda dalam kebaikan, bukan dalam maksiat. Karena jika kita tidak disibukkan dalam kebaikan, tentu kita akan beralih pada hal-hal yang sia-sia yang tidak ada manfaat.

�� *Tidak Mampu Menghitung Nikmat Allah*

Sungguh telah banyak nikmat yang telah dianugerahkan Allah Ta’ala kepada kita. Jika kita mencoba untuk menghitung nikmat tersebut niscaya kita tidak akan mampu untuk menghitungnya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah).” (QS Ibrahim [14] : 34)

Dalam Taisir Al Karimir Rahman, Syaikh As Sa’di mengatakan, “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya” maka lebih-lebih lagi untuk mensyukuri nikmat tersebut. “Sungguh manusia benar-benar zholim dan kufur”. Itulah tabiat manusia di mana :

(1) dia zholim dengan melakukan maksiat, (2) kurang dalam menunaikan hak Rabbnya, dan (3) kufur terhadap nikmat Allah Ta’ala. Dia tidak mensyukurinya, tidak pula mengakui nikmat tersebut kecuali bagi siapa yang diberi hidayah oleh Allah untuk mensyukuri nikmat tersebut dan mengakui hak Rabbnya serta menegakkan hak tersebut.”

�� *Kenikmatan yang Terlupakan*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kita bahwa waktu luang merupakan salah satu di antara dua kenikmatan yang telah diberikan Allah Ta’ala kepada manusia. Tetapi sangat disayangkan, banyak di antara manusia yang melupakan hal ini dan terlena dengannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (Muttafaqun ‘alaih)

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari membawakan perkataan Ibnu Baththol. Beliau mengatakan,”Makna hadits ini adalah bahwa seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang mendapatkan seperti ini, maka bersemangatlah agar tidak tertipu dengan lalai dari bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan oleh-Nya. Di antara bentuk syukur adalah melakukan ketaatan dan menjauhi larangan. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, dialah yang tertipu.”

Ibnul Jauzi dalam kitab yang sama mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun dia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dalam aktivitas dunia. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun dia dalam keadaan sakit. Apabila tergabung kedua nikmat ini, maka akan datang rasa malas untuk melakukan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).

Itulah manusia. Banyak yang telah terbuai dengan kenikmatan ini. Padahal setiap nikmat yang telah Allah berikan akan ditanyakan. Allah Ta’ala berfirman,

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“Kemudian kamu pasti akan ditanya tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan di dunia itu)”. (QS At Takaatsur [102] : 8)

�� *Waktu yang Telah Berlalu Tak Mungkin Kembali Lagi*

Penyesalan terhadap waktu yang telah berlalu adalah penyesalan yang tinggal penyesalan. Ingatlah, waktu yang sudah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi.

الوقت أنفاس لا تعود

“Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.”

Syaikh ‘Abdul Malik Al Qosim berkata, “Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.” (Lihat risalah “Al Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3)

Hendaknya kita sadar bahwa waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi seorang hamba. Sungguh disayangkan jika waktu belalu begitu saja tanpa digunakan untuk melakukan ketaatan dan beribadah kepada Allah Ta’ala yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita.

�� *Waktu Laksana Pedang*

Jika kita tidak pandai menggunakan pedang, niscaya pedang tersebut akan menebas diri kita sendiri. Demikian juga waktu yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala. Jika kita tidak mampu memanfaatkannya untuk berbuat ketaatan kepada-Nya, niscaya waktu akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.

Dalam kitab Al Jawaabul Kaafi karya Ibnul Qayyim disebutkan bahwa Imam Syafi’i pernah mendapatkan pelajaran dari orang sufi. Inti nasehat tersebut terdiri dari dua penggalan kalimat berikut:

الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل

“Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”

Saudaraku, senantiasalah engkau meminta pada Allah kebaikan pada hari ini dan hari besok karena hanya orang yang mendapatkan taufik dan pertolongan Allah Ta’ala yang dapat selamat dari tebasan pedang waktu.

Ibnu Mas’ud berkata,

ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.

“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

Al Hasan Al Bashri berkata,

ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺔ ﺇﻋﺮﺍﺽ ﺍﷲ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺃﻥ ﳚﻌﻞ ﺷﻐﻠﻪ  ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ ﺧﺬﻻﻧﺎﹰ ﻣﻦ ﺍﷲ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ

“Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya.”

�� Semoga dengan nasehat sederhana ini membuat kita semakin sadar akan memanfaatkan waktu dalam kebaikan. Wallahu waliyyut taufiq.

Share:

SERI TAZKIYATUN NUFUS

��������������

⛔��⛔��⛔��
*MASIH SIBUK "MEMBANDINGKAN DIRI" DENGAN ORANG LAIN DAN MERASA LEBIH BAIK ?*

➡ Saudaraku..
Kita lihat disekitar kita..
���� Berapa banyak kita jumpai orang-orang yang *"masih suka" ngurusin + banding-bandingin orang lain..*

�� Setiap bertemu temannya, dia *membicarakan temannya yang lain..*
�� Setiap bertemu saudaranya dia membicarakan saudara yang lain..
→ Dimulai dari cerita ini itu, berdalih dengan alasan ini itu, hingga sering tanpa sadar *dia terjatuh dan larut bagai garam di air ke dalam hal-hal yang diharamkan Allah seperti HASUTAN, GHIBAH dan NAMIMAH.*

→  Bahkan terlampau sering Tazkiyah terucap bagi diri sendiri. Subhanallah..

�� Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata :
_"Berbangga Diri, sampai-sampai dikhayalkan,_ *"bahwa engkau lebih baik dari pada saudaramu".*

❌ Padahal bisa jadi *engkau tidak mampu mengamalkan sebuah amalan yang mana dia mampu melakukannya.*

✅ Padahal bisa jadi dia lebih berhati-hati dari perkara-perkara haram *DI BANDINGKAN ENGKAU,* dan dia lebih suci amalannya *DI BANDINGKAN ENGKAU"*
�� (Hilyatu al-Auliya' juz 6, 391)

�� Allah Ta'ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

_“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.”_
�� (Qs. Al Hujurat 11)

���� Ingatlah wahai saudaraku..

�� *Sesungguhnya Allah mengetahui semuanya, dan tidak ada yang lepas dari perhitungan Allah meskipun sebesar dzarrah.*

✏�� Semua dicatat meskipun dalam bisikan-bisikan.

�� Allah Ta’ala berfirman :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ * إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ * مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

_“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri._
_Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”_
�� (Qs. Qaaf 16-18)

�� Ibnu ‘Abbas menafsirkan ayat ini :
✏ *“Yang dicatat adalah setiap perkataan yang baik atau buruk. Sampai pula perkataan “aku makan, aku minum, aku pergi, aku datang, sampai aku melihat, semuanya dicatat.*

�� Ketika hari KAMIS, perkataan dan amalan tersebut akan dihadapkan kepada Allah.”
�� (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 13: 187).

�� Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata :

من عدَّ كلامه من عمله ، قلَّ كلامُه إلا فيما يعنيه

_“Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat”._

�� Kata Ibnu Rajab,
*“Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya.”*
�� (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291)

وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

*"Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami."*
�� (HR. Nasa'i III/104, Ibnu Majah I/352/1110. Lihat Al-Wajiz fi Fiqhis Sunnah hal. 144-145)

▶ Nasihat bagi saya pribadi khususnya dan semoga bermanfaat bagi saudara sekalian..

•┈┈•••○○❁��❁○○•••┈┈•

Share:

10 LANGKAH MEMBUAT REZEKI SELALU MENGHAMPIRI KITA

�� *Embun Pagi* ��
بسم الله الرحمن الرحيم

**

1⃣ Taqwa

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya."
�� (QS Ath-Thalaq: 2-3).

2⃣ Tawakal

Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.”
�� (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3⃣ Shalat Dhuha

Firman Allah dalam hadits qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (shalat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya."
�� (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4⃣ Istighfar

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai."
�� (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.”
�� (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim)

5⃣ Silaturahmi

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6⃣ Sedekah

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
�� (QS. Al-Baqarah: 261)

Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana (sedekah kepada) orang-orang lemah di kalangan kamu.”
�� (Riwayat Bukhari)

7⃣ Berbuat Kebaikan

"Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan."
�� (QS Al Qashash:84)

Nabi bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak akan zalim pada hambanya yang berbuat kebaikan. Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat."
�� (HR. Ahmad)

8⃣ Berdagang

Dan Nabi SAW bersabda: “Berdaganglah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perdagangan."
�� (Riwayat Ahmad)

9⃣ Bangun lebih Pagi

Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya,  "Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Rabbmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari."
�� ( H.R. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan."
�� (H.R. At-Tabarani)

�� Bersyukur

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
�� (QS Ibrahim:7)

Sumber : #DBS

Share:

KENAPA PEMUDA SEKARANG OGAH MAIN-MAIN KE MASJID ??

**
-----------------------
Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
karena sejak kecil didoktrin "Masjid bukan tempat main"
maka mainlah mereka di tempat PS

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
karena yang di pikiran mereka Masjid itu cuma tempat ibadah ritual, tobat, inget dosa, sama inget mati

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
karena Masjidnya tidak menyediakan tempat mencari jati diri
maka mereka carinya di Mall

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
karena penjaga di Masjidnya galak, gak kayak penjaga Warnet
Padahal Rasulullah sangat memanjakan anak-anak di Masjid

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
"Pelit, tiduran aja gak boleh !"
Padahal Ibnu umar waktu bujang numpang tidur siang malam di Masjid (dah kayak hotel)

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
"Gimana mau nongkrong, jam 8 tutup"
Padahal Masjid jaman Nabi buka 24 jam (kalah minimarket)

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
karena mereka tidak melihat Masjidnya sebagai sentral kemakmuran umat. yang ada minta dimakmurin mulu

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
"Emang ada apaan ? paling orang Sholat sama baca Qur'an"
Padahal di zaman Nabi Masjid bisa jadi tempat latihan Beladiri

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
Karena doktrin "di Masjid gak boleh ngomongin Politik"
Maka mereka mencari ideologi lain di luar

Kenapa pemuda sekarang ogah main-main ke Masjid ?
Doktrin "Masjid bukan tempat nyari jodoh, luruskan niat !"
Padahal, Nabi pernah "dilamar" seorang wanita di Masjid yang sedang mencari jodoh
-----------------
-------------
"Kalau orang ke Masjid niatnya untuk nongkrong/nyari jodoh/berpolitik/tidur/wifi-an/, apa jadinya ?"

Jawabannya : lho memang ada larangannya ? justru ketika Masjid dijadikan sentral kegiatan positif, maka masjid akan makmur seperti di zaman Nabi

Tugas kita para da'i, jangan cuma neriakin anak muda tuk datang ke Masjid, tapi datangi mereka untuk membuat mereka tertarik ke Masjid.

#AyoMakmurkanMasjid
#KampoengSyawal
#MyMasjidMyAdventure
#GoMasjid

Share:
Copyright © 2018 Powered by SYUKROLUDIRO.CO. Diberdayakan oleh Blogger.

Promosikan Blog Anda!

Social

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.