Just Sharing Berbagi itu indah, berbagi tidak akan mengurangi tapi dengan berbagi akan menambah


Waktu berlalu begitu halus

Muhasabah diri ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Menipu kita yang terlena...
Belum sempat 'Berdzikir Pagi' tahu-tahu hari 'Sudah Menjelang Siang',
Belum sempat 'Bersedekah Pagi', tak terasa 'Matahari Sudah Meninggi'...😑

Rencana jam 9 mau 'Shalat Dhuha', tiba-tiba 'Adzan Dzuhur' sudah terdengar...
Kepinginnya setiap pagi membaca '1 Juz ayat-ayat Al-Qur'an', menambah hafalan 'Satu Hari Satu Ayat', tapi yaa itu 'Hanya Kepingin' saja...  😶

*Komitmen* tidak akan melewatkan malam kecuali dengan 'Tahajud dan Witir', sekalipun hanya '3 Raka'at Singkat', namun semua itu 'Hanya Sebuah Rencana'...😥

Akan terus beginikah *Nasib Hidup* menghabiskan umur???...
'Berhura-hura Dengan Usia'???...😔

Lalu tiba-tiba masuklah *Usia* di angka *30*, sebentar kemudian menjadi *40*, tak lama terasa sudah menjadi *50*, dan kemudian orang mulai memanggil kita dengan sebutan "Kek... Nek..." pertanda kita sudah tua dan cucu-cucu kita pun sudah di SD, SMP...😞

Lalu sambil *Menunggu Ajal* tiba, sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat 'Pernah Berbuat Apa' ??? ... 😕

Astaghfirullah… 
*Ternyata Tak Seberapa
Sedekah dan infaq 'Cuma Sekedarnya'...
Mengajarkan ilmu tak pernah ada, Silaturrahmi Rusak Semua...
Apalagi Silaturrahmi kepada Sang Khaliq...😨

Jika sudah demikian, apakah ruh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan disaat harus berpisah dari tubuh pada waktu Sakaratul Maut...???.😢

Tambahkan usiaku ya Allah,
aku Butuh Waktu untuk beramal dan berbekal sebelum Kau akhiri ajalku...😩

Belum cukupkah Menyia-Nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun ???...😓

Butuh Berapa Tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang sore dan malam hari, butuh berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar bisa 'Mempersiapkan Diri' untuk Siap Mati???... 😣

Tanpa kita pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya, maka 1000 tahunpun Tidak Akan Pernah Cukup bagi orang orang yang terlena...😭

Maka benar katamu wahai Rasul Allah:
نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس : ألصحة والفراغ...
"Ada 2 nikmat yg membuat kebanyakan manusia lalai atau terperdaya olehnya, yaitu Sehat & Sempat."

Waktu berlalu begitu halus, tak terasa skrng th  2017 hampir habis*

Yaa Rabb Jadikan sisa umur kami untk ibadah kePadaMU. Aamiin

Share:

Dunia bukan Tempat Piknik

Sobat, setiap orang selalu diuji oleh Allah dengan kadar mereka masing-masing. Ujian yang tidak selalu sama bahkan cenderung berbeda satu sama lain. Karena memang dunia tempat ujian, bukan tempat piknik.

Kalau kemudian merasakan hidup kok dari dulu begini terus, masalah datang bertubi kayak debur ombak di laut, ga ada hentinya …, lantas kenapa? Mau protes sama Allah? Helloo …! Nyadar dong kalau ini di dunia fana. Wajar saja kalau masalah senantiasa datang untuk menguji kadar keimanan kita. Allah berfirman :

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

“Supaya Dia menguji kamu siapa yang paling baik amalnya” (potongan ayat QS Al-Mulk : 2) *)

Jadi, jangan kaget dan heran …. Yakin saja bahwa setiap orang mendapat jatah ujian hidup. Hanya saja, seringkali orang yang diuji dengan kenikmatan itu lalai sedang mereka yang diuji dengan kesempitan merasa merana seakan paling menderita. Ini yang perlu kita koreksi dari mindset kita.

Jangan sampai kita masuk dalam golongan orang yang gampang galau. Dikit-dikit baper. Dikit-dikit ngeluh. Dikit-dikit manyun. Lihat orang lain dapat nikmat dikit aja, kita jadi galau super tinggi. Selalu yang terlihat itu rumput tetangga lebih hijau dari rumput di halaman sendiri. Apa iya demikian adanya?

Coba kita pikirkan sejenak. Dengan mengeluh, apa iya masalah jadi selesai? Jelas enggak kan?! Yang ada malah hati tambah runyam, pikiran kalut, mood pun jadi jongkok. Kita perlu menyadari, kalau kita punya masalah, orang lain pun punya masalah. Kalau kita lagi merasakan kesempitan, yakin saja ada orang yang lebih sempit dari kita. Untuk urusan dunia, kita memang tidak usah terlalu sering mendongak ke atas. Biar kepala ga pusing dan mata ga kena debu dunia. Masih banyak hal-hal yang patut kita syukuri daripada sibuk membandingkan keadaan diri kita dengan orang lain yang tampak lebih baik keadaannya dari kita. Percayalah, rumput tetangga tak selalu sehijau seperti kenampakannya.

Belajar mensyukuri kehidupan yang kita jalani insya Allah lebih menentramkan hati. Dan bukankah syukur nikmat itu akan melahirkan nikmat-nikmat yang berikutnya? Allah lebih tahu yang terbaik buat kita daripada kita sendiri. Kalaupun Allah menguji kita dengan beragam persoalan hidup, yakin saja bahwa Allah ga bakalan memberi ujian yang kita tidak sanggup menanggungnya. Sebagaimana Allah berfirman,

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَا‌ۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡہَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡ‌ۗ

“Allah tidak membebani seseorang kecuali yang sesuai dengan kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya” (potongan ayat QS Al-Baqoroh : 287)

Jadi semuanya sudah terukur, dan Allah Maha Tahu kapasitas hamba-hamba-Nya. Kita tinggal action dan membuktikan sama Allah bahwa kita bisa menjalani apa pun hempasan yang datang menyapa. Yakin saja, bahwa Allah ga bakalan ninggalin kita. Bahwa Allah selalu membersamai kita. #ummisanti

*) Maksudnya, Allah menguji hamba-Nya siapa ikhlas dan benar dalam melakukan amalnya. Sebab amal yang dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar maka tidak akan diterima. Dan jika dia benar, tetapi tidak ikhlas maka amalnya juga tidak diterima. Adapun amal yang ikhlas adalah amal yang dilakukan karena Allah, sedang amal yang benar adalah bila dia sesuai dengan Sunnah Rasulullah

Sumber : http://wahdahjakarta.com/dunia-bukan-tempat-piknik/

Share:

TERAPI QURANI UNTUK PENYAKIT GAMPANG LUPA

Bismillah...

Lupa adalah hal yg lumrah terjadi pada setiap manusia...

Namun jika lupa ini sangat sering terjadi di luar batas kewajaran, maka lupa tsb kemungkinan besar disebabkan karena timbulnya suatu PENYAKIT yg menyebabkan kekuatan hafalan menurun...

Selain penyakit fisik, SERING LUPA juga bisa disebabkan karena ULAH SETAN...

Maka sudah barang tentu obat yg dijelaskan dalam Al-Quran adalah dengan memperbanyak DZIKIR kepada Allah Ta'ala..

Dalam kitab rujukan kami, syaikh 'Abdul Fattah 'Abdul Ghanniy Al-Hamsh menjelaskan:

فإن لم يكن هناك مرض، فالذكر خير وسيلة لعلاجه، و الأفضل حتى في حالة اكتشاف الطبيب للمرض الذي يساعد على النسيان أن يتسلح الإنسان بالذكر أيضا فهو خير معين لدفع الشيطان الذي يتسبب في كثرة النسيان...

"Apabila tidak ditemukan penyakit di dalam tubuh, maka sebaik-baik pengobatannya adalah DZIKIR..
Walaupun terdapat penyakit yg menyebabkan sering lupa pada diagnosa medis, dzikir tetap menjadi pengobatan yg paling UTAMA utk dijadikan SENJATA melawan lupa..
Dzikir adalah penolong terbaik utk menghalau serangan setan yg menyebabkan manusia sering lupa..."

و في قصة موسى -عليه السلام- و الخضر كان سبب النسيان دفعا من الشيطان، يقول تعالى  : و ما أنسانيه إلا الشيطان أن أذكره.. (الكهف ٦٣)

Dalam kisah perjalanan Nabi Musa 'alaihissalam dan Khidr diceritakan bahwa sebab lupa adalah karena ulah Setan.. Allah Ta'ala berfirman :

"Dan tidaklah aku aku lupa untuk menceritakan ikan itu kecuali karena setan.." (Al-Kahfi ayat 63)

Allah juga berfirman :

استحوذ عليهم الشيطان فأنساهم ذكر الله

"Setan telah menguasai mereka sehingga menjadikan mereka LUPA berdzikir pada Allah.." (Al-Mujadilah ayat 19)

و لا تقولنّ لشيء إني فاعل ذلك غدا إلا أن يشاء الله واذكر ربك إذا نسيت و قل عسى أن يهدين رب لأقرب من هذا رشدا..

"Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan INGATLAH kepada Tuhanmu (berdzikirlah) jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini" (Al-Kahfi 23-24)

Pada 3 ayat di atas sudah dijelaskan secara terang benderang bahwa solusi dari penyakit sering LUPA adalah dengan membiasakan diri berdzikir pada Allah...

🤔 PERTANYAANNYA :
dzikir apa yg terbaik utk melawan LUPA dan mengobatinya ?

Mari kita bertamasya di lembaran kitab-kitab para Ulama...

Dzikir yg paling baik untuk melawan LUPA dan mengobatinya adalah dengan MEMBACA AL-QURAN...

Dan ternyata BACA QURAN itu seutama-utamanya dzikir lho lik !

Diantara ulama yg menjelaskan hal yg demikian adalah Sufyan Ats-Tsaury rahimahullah, beliau berkata :

سمعنا أنّ قراءة القرآن أفضلُ الذِّكر إذا عمل به

"Kami mendengar bahwa MEMBACA ALQURAN adalah seutama-utamanya DZIKIR apabila ia diamalkan.." (Fiqhul Ad'iyyatil wal Adzkar hal 47)

Imam An-Nawawi rahimahullah juga menerangkan yg demikian, beliau berkata dlm kitab al-Adzkar :

اعلم أن تلاوة القرآن هي أفضل الأذكار والمطلوب القراءة بالتدبر

"Ketahuilah bahwasannya membaca Al-Quran adalah seutama-utamanya dzikir, dan bacaan yg dipinta adalah dengan TADABBUR (perenungan).." (Al-Adzkar hal.85)

Dan yg lebih spesifik menerangkan BACA QURAN sebagai OBAT LUPA serta menambah daya ingat adalah syaikh Burhanuddin Ibrahim Az-Zarnuji rahimahuah..

Ngerti ora lik siapa Syaikh Az-Zarnuji itu ?

Yak betul !

Beliau adalah sang penulis kitab FENOMENAL di kalangan santri..

📖TA'LIIMUL MUTA'ALLIM..✒

Di situ beliau menjelaskan :

و قراءة القرآن  من أسباب الحفظ، قيل : لا شيء أزيد للحفظ من قراءة القرآن نظرا (أي بالنظر إلى وجه المصحف)

"MEMBACA ALQURAN adalah sebab kuatnya hafalan, dikatakan bahwa tidak ada sesuatu yg bisa menambah daya ingat seseorang kecuali dengan membaca AL-QURAN dengan melihat MUSHAF (yakni memperhatikan detail lembaran demi lembarannya).." (Syarhu Ta'limil Muta'allimi hal.91)

Lalu kapan waktu TERBAIK utk membaca Al-Quran ???

Silahkan lihat di surat Al-Israa' ayat 78, yakni di waktu malam dan utamanya di waktu SHUBUH...

Maka SHOLAT SHUBUH jangan kesiangan terus ya lik !

Dan inilah RESEP yg diberikan Al-Quran melalui penjelasan para Ulama khususnya bagi anda yg konsultasi ke kami via komentar atau INBOX dan sering mengeluhkan penyakit LUPA nya itu...

Semoga bermanfaat dan membawa berkah..

Arsyadaniyallahu wa iyyaakum

Muhibbukum fillah
Baba Musyaffa Muhammad Faizar

Share:

Peringatan Bagi Yang Berusia 60 Tahun

ONE  DAY ONE  HADIST
Kamis, 28 Desember 2017

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال، قَالَ  رَسُولُ اللهِ صل الله عليه وسلم :
أَعْذَرَ اللَّهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّى بَلَّغَهُ سِتِّينَ سَنَةً

_*Allah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia 60 tahun. (HR. Bukhari 6419)*_

*Pelajaran  yang  terdapat di dalam Hadits:*

1- Makna hadits bahwa udzur dan alasan sudah tidak ada, misalnya ada orang mengatakan, “Andai usiaku dipanjangkan, aku akan melakukan apa yang diperintahkan kepadaku.”
2- Ketika dia tidak memiliki udzur untuk meninggalkan ketaatan, sementara sangat memungkinkan baginya untuk melakukannya, dengan usia yang dia miliki, maka ketika itu tidak ada yang layak untuk dia lakukan selain istighfar, ibadah ketaatan, dan konsentrasi penuh untuk akherat.
3-Nasehat Imam Fudail  bin Iyyad: Dikisahkan dalam kitab al-Hilyah, bahwa Imam Fudhail bin Iyadh – ulama besar di masa Tabi’ Tabiin – (w. 187 H) pernah bertemu dengan seorang yang sudah tua.
“Berapa usia anda?”, tanya Fudhail.
“60 tahun.”, Jawab orang itu.
“Anda selama 60 tahun berjalan menuju Tuhan anda, dan sebentar lagi anda akan sampai.” Komentar Fudhail
“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi raji’un.” Orang itu keheranan.
“Anda paham makna kalimat itu? Anda paham tafsirnya?” tanya Fudhail.
“Tolong jelaskan tafsirnya?” Orang itu balik tanya.
“Anda menyatakan: innaa lillaah (kita milik Allah), artinya kita adalah hamba Allah dan kita akan kembali kepada Allah. Siapa yang yakin bahwa dia hamba Allah dan dia akan kembali kepada-Nya, seharusnya dia menyadari bahwa dirinya akan berdiri di hadapan Allah. Dan siapa yang meyakini hal ini, dia harus sadar bahwa dia akan ditanya. Dan siapa yang yakin hal ini, dia harus menyiapkan jawabannya.” Jelas Fudhail.
“Lalu bagaimana jalan keluarnya?” tanya orang itu.
“Caranya mudah.” Tegas Fudhail.
Kemudian Imam Fudhail menyebutkan sebuah teori bertaubat, yang layak dicatat dengan tinta emas,

تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ
Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang. (Hilyah Al Awliya’, 8/113).

*Tema Hadits yang  berkaitan dengan  Al-Qur'an:*

- Pada hari kiamat kelak, penghuni neraka meminta kepada Allah agar mereka dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan ke dunia agar bisa beramal baik, tidak seperti amal kekufuranya yang dulu. Allah berfirman,

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ

_*"Mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh tidak seperti amalan yang telah kami kerjakan (kekufuran).”*_

*Allah menjawab permintaan mereka dengan berfirman,*

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا

*"Bukankah Aku telah memanjangkan usia kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu an-Nadzir (pemberi peringatan)? maka rasakanlah." (QS.Fathir: 37).*

Share:

Peringatan Bagi Yang Berusia 60 Tahun

ONE  DAY ONE  HADIST
Kamis, 28 Desember 2017

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال، قَالَ  رَسُولُ اللهِ صل الله عليه وسلم :
أَعْذَرَ اللَّهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّى بَلَّغَهُ سِتِّينَ سَنَةً

_*Allah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia 60 tahun. (HR. Bukhari 6419)*_

*Pelajaran  yang  terdapat di dalam Hadits:*

1- Makna hadits bahwa udzur dan alasan sudah tidak ada, misalnya ada orang mengatakan, “Andai usiaku dipanjangkan, aku akan melakukan apa yang diperintahkan kepadaku.”
2- Ketika dia tidak memiliki udzur untuk meninggalkan ketaatan, sementara sangat memungkinkan baginya untuk melakukannya, dengan usia yang dia miliki, maka ketika itu tidak ada yang layak untuk dia lakukan selain istighfar, ibadah ketaatan, dan konsentrasi penuh untuk akherat.
3-Nasehat Imam Fudail  bin Iyyad: Dikisahkan dalam kitab al-Hilyah, bahwa Imam Fudhail bin Iyadh – ulama besar di masa Tabi’ Tabiin – (w. 187 H) pernah bertemu dengan seorang yang sudah tua.
“Berapa usia anda?”, tanya Fudhail.
“60 tahun.”, Jawab orang itu.
“Anda selama 60 tahun berjalan menuju Tuhan anda, dan sebentar lagi anda akan sampai.” Komentar Fudhail
“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi raji’un.” Orang itu keheranan.
“Anda paham makna kalimat itu? Anda paham tafsirnya?” tanya Fudhail.
“Tolong jelaskan tafsirnya?” Orang itu balik tanya.
“Anda menyatakan: innaa lillaah (kita milik Allah), artinya kita adalah hamba Allah dan kita akan kembali kepada Allah. Siapa yang yakin bahwa dia hamba Allah dan dia akan kembali kepada-Nya, seharusnya dia menyadari bahwa dirinya akan berdiri di hadapan Allah. Dan siapa yang meyakini hal ini, dia harus sadar bahwa dia akan ditanya. Dan siapa yang yakin hal ini, dia harus menyiapkan jawabannya.” Jelas Fudhail.
“Lalu bagaimana jalan keluarnya?” tanya orang itu.
“Caranya mudah.” Tegas Fudhail.
Kemudian Imam Fudhail menyebutkan sebuah teori bertaubat, yang layak dicatat dengan tinta emas,

تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ
Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang. (Hilyah Al Awliya’, 8/113).

*Tema Hadits yang  berkaitan dengan  Al-Qur'an:*

- Pada hari kiamat kelak, penghuni neraka meminta kepada Allah agar mereka dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan ke dunia agar bisa beramal baik, tidak seperti amal kekufuranya yang dulu. Allah berfirman,

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ

_*"Mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh tidak seperti amalan yang telah kami kerjakan (kekufuran).”*_

*Allah menjawab permintaan mereka dengan berfirman,*

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا

*"Bukankah Aku telah memanjangkan usia kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu an-Nadzir (pemberi peringatan)? maka rasakanlah." (QS.Fathir: 37).*

Share:

Laki-laki dari Suku Ghifar

🌴🐪🐪🌴🌴🐪🐪🌴
SHIROH NABAWIYAH

Sahabat fillahku, berita tentang ajaran Islam sudah mulai menyebar ke seluruh pelosok Jazirah Arabia. Suatu hari, datanglah seorang laki-laki berwajah ramah dan bijaksana. Abu Thalib melihatnya, lalu menegur, "Sepertinya Anda laki-laki asing?"

"Betul, namaku Abu Dzar dari suku Ghifar."

Sebelum datang sendiri, Abu Dzar mengutus seorang saudaranya untuk mencari tahu tentang Rasulullah. Sesudah melihat apa yang dilakukan Rasulullah, saudara Abu Dzar melaporkan, "Demi Allah, aku telah melihat orang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan."

Karena belum puas dengan berita itu, Abu Dzar pun datang ke Mekah. Ali bin Abu Thalib mengajak Abu Dzar bermalam di rumahnya. Esok harinya, Ali bertanya kepada Abu Dzar, "Jika Anda tidak berkeberatan bercerita, apa yang mendorong Anda datang ke negeri ini?"

"Kalau Anda berjanji untuk merahasiakannya, aku akan menceritakannya."
Ali mengangguk.

Kemudian, Abu Dzar berkata, "Di kampungku, kami mendengar tentang seseorang yang bermana Muhammad. Orang mengatakan bahwa ia membawa ajaran baru. Aku ingin menemuinya. Namun, aku tahu pemerintah Quraisy akan menindak setiap orang asing yang sengaja menemuinya."

"Ikuti saya," bisik Ali bin Abu Thalib, masuklah ke tempat saya masuk. Jika saya melihat orang yang saya khawatirkan akan mengganggu keselamatan Tuan, saya akan merapat ke tembok dan Tuan silahkan  berjalan terus."

Malam itu juga, Abu Dzar bertemu Rasulullah.

"Hatiku sangat pedih melihat orang-orang kaya yang congkak, budak-budak yang sengsara, kaum perempuan yang tertindas, kaum miskin yang tidak mampu berbuat apa-apa. Apa yang Islam tawarkan untuk mengatasi  semua ini?" tanya Abu Dzar.

Rasulullah menjawab semua pertanyaan itu sampai Abu Dzar merasa sangat puas. Saat itu juga, Abu Dzar menyatakan keimanannya dengan semangat menggelora.

Ketika Abu Dzar berpamitan, Rasulullah berpesan.
"Wahai Abu Dzar, kembalilah ke masyarakatmu. Kabarkanlah kepada mereka ajaran Islam, dan rahasiakanlah pertemuan kita ini dari penduduk Mekah karena aku khawatir mereka akan mengganggu keselamatanmu."

Namun, sahabat fillahku, Abu Dzar malah pergi ke Ka'bah dan berseru-seru mengajak orang masuk Islam.

Apa yang kemudian terjadi?

Kita lanjutkan besok yaa kisahnya..insya Allah 😊

📝Catatan Tambahan📝

☄Bersabarlah Wahai Abu Dzar☄

Suatu hari, Rasulullah bertanya kepada Abu Dzar, "Wahai Abu Dzar, bagaimana pendapatmu jika menjumpai para pembesar yang mengambil barang upeti untuk mereka pribadi?"
Jawab Abu Dzar, demi yang telah mengutus Anda dengan kebenaran, akan saya tebas mereka dengan pedang saya!"
Sabda Rasulullah, "Maukah kamu aku beri jalan yang lebih baik dari itu? Yaitu bersabarlah sampai kamu menemuiku."

📘Kisah diambil dari buku shiroh nabawiyah

Share:

Laki-laki dari Suku Ghifar

🌴🐪🐪🌴🌴🐪🐪🌴
SHIROH NABAWIYAH

Sahabat fillahku, berita tentang ajaran Islam sudah mulai menyebar ke seluruh pelosok Jazirah Arabia. Suatu hari, datanglah seorang laki-laki berwajah ramah dan bijaksana. Abu Thalib melihatnya, lalu menegur, "Sepertinya Anda laki-laki asing?"

"Betul, namaku Abu Dzar dari suku Ghifar."

Sebelum datang sendiri, Abu Dzar mengutus seorang saudaranya untuk mencari tahu tentang Rasulullah. Sesudah melihat apa yang dilakukan Rasulullah, saudara Abu Dzar melaporkan, "Demi Allah, aku telah melihat orang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan."

Karena belum puas dengan berita itu, Abu Dzar pun datang ke Mekah. Ali bin Abu Thalib mengajak Abu Dzar bermalam di rumahnya. Esok harinya, Ali bertanya kepada Abu Dzar, "Jika Anda tidak berkeberatan bercerita, apa yang mendorong Anda datang ke negeri ini?"

"Kalau Anda berjanji untuk merahasiakannya, aku akan menceritakannya."
Ali mengangguk.

Kemudian, Abu Dzar berkata, "Di kampungku, kami mendengar tentang seseorang yang bermana Muhammad. Orang mengatakan bahwa ia membawa ajaran baru. Aku ingin menemuinya. Namun, aku tahu pemerintah Quraisy akan menindak setiap orang asing yang sengaja menemuinya."

"Ikuti saya," bisik Ali bin Abu Thalib, masuklah ke tempat saya masuk. Jika saya melihat orang yang saya khawatirkan akan mengganggu keselamatan Tuan, saya akan merapat ke tembok dan Tuan silahkan  berjalan terus."

Malam itu juga, Abu Dzar bertemu Rasulullah.

"Hatiku sangat pedih melihat orang-orang kaya yang congkak, budak-budak yang sengsara, kaum perempuan yang tertindas, kaum miskin yang tidak mampu berbuat apa-apa. Apa yang Islam tawarkan untuk mengatasi  semua ini?" tanya Abu Dzar.

Rasulullah menjawab semua pertanyaan itu sampai Abu Dzar merasa sangat puas. Saat itu juga, Abu Dzar menyatakan keimanannya dengan semangat menggelora.

Ketika Abu Dzar berpamitan, Rasulullah berpesan.
"Wahai Abu Dzar, kembalilah ke masyarakatmu. Kabarkanlah kepada mereka ajaran Islam, dan rahasiakanlah pertemuan kita ini dari penduduk Mekah karena aku khawatir mereka akan mengganggu keselamatanmu."

Namun, sahabat fillahku, Abu Dzar malah pergi ke Ka'bah dan berseru-seru mengajak orang masuk Islam.

Apa yang kemudian terjadi?

Kita lanjutkan besok yaa kisahnya..insya Allah 😊

📝Catatan Tambahan📝

☄Bersabarlah Wahai Abu Dzar☄

Suatu hari, Rasulullah bertanya kepada Abu Dzar, "Wahai Abu Dzar, bagaimana pendapatmu jika menjumpai para pembesar yang mengambil barang upeti untuk mereka pribadi?"
Jawab Abu Dzar, demi yang telah mengutus Anda dengan kebenaran, akan saya tebas mereka dengan pedang saya!"
Sabda Rasulullah, "Maukah kamu aku beri jalan yang lebih baik dari itu? Yaitu bersabarlah sampai kamu menemuiku."

📘Kisah diambil dari buku shiroh nabawiyah

Share:

Amar Ma'ruf Nahi Munkar

📖࿐
Bukan Sewot.
Tapi ini bentuk kasih sayang kami kepada kalian. Kami ingin kebersamaan ini bukan sekedar didunia. Kita mau kebersamaan itu berlanjut sampai kesurga

📚Allah ﷻ berfirman

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

❒Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat dengan lisan Nabi Dawud dan Isa putera Maryam. Hal itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampauhi batas. Mereka satu sama lain senantiasa tidak melarang tindakan mungkar yg mereka perbuat, sesungguhnya amat buruklah apa yg selalu mereka perbuat itu (Qs. Al-Maidah: 78 -79)

༺Allah pasti akan menolong orang orang yang menolong agama-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. yaitu orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di muka bumi, mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah dari yg munkar dan kepada Allah lah kembali segala urusan. (Qs. Al-Hajj; 40- 41)

📚Nabi ﷺ bersabda

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْ عِنْدِهِ ثُمَّ لَتَدْعُنَّهُ فَلاَ يَسْتَجِيْبُ لَكُمْ

❖Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, hendaknya kalian betul-betul melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar atau jika kalian tidak melaksanakan hal itu maka sungguh Allah akan mengirim kepada kalian adzab siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya agar supaya dihindarkan dari siksa tersebut akan tetapi Allah tidak mengabulkan do’a kalian. (HR Ahmad & Tirmidzi)

❒Bergembiralah tatkala masih ada orang yang mau mengingatkan keburukan dan menganjurkan kebaikan. Karena yang demikian itu dapat menunda datangnya adzab. Minimal adzab hanya ditimpakan pada mereka yang bermaksiat saja

📰Semoga Bermanfaat💐

Share:

Keberanian Rasulullah

🌴🐪🐪🌴🌴🐪🐪🌴

🌻SHIROH NABAWIYAH🌻

Memang tidak ada yang berani! Tidak seorang pun! Namun, mereka menyarankan sesuatu kepada laki-laki asing itu, "Carilah Muhammad dan minta tolong kepadanya."

Walau menyarankan begitu, hampir semua orang yakin, Rasulullah akan mampu melakukannya. Semua tahu bahwa Abu Jahal adalah musuh Rasulullah yang paling jahat dan beringas.

"Ada apa, Saudara? Apa yang bisa kubantu?" Demikian sapa Rasulullah ketika orang asing itu datang.

"Tuan, aku adalah orang asing disini. Amr bin Hisyam tidak mau membayar unta yang dibeli dariku!"

Rasulullah mengajak lelaki itu ke rumah Abu Jahal. Melihat mereka, orang-orang tertawa gaduh. Mereka yakin Muhammad tidak akan punya cukup keberanian untuk menghadapi Abu Jahal. Muhammad pasti akan mengecewakan laki-laki asing itu. Mereka bersiap-siap melontarkan ejekan paling menyakitkan untuk meruntuhkan wibawa Rasulullah di hadapan para pengikutnya.

Ketika Rasulullah dan orang asing itu tiba di rumah Abu Jahal, ia sedang berada ditengah-tengah budak dan para penunggang kudanya. Tiba-tiba pintu diketuk dengan keras. Wajah Abu Jahal memerah menahan marah, "Siapa yang berani mengetuk pintuku sekeras itu? Tidak tahu dia kalau aku sedang bersama bawahanku! Dengan mudah, mereka bisa kusuruh melumatkan orang itu!"

Abu Jahal membuka pintu dan terkejut melihat Rasulullah di depannya. Saat itu wajah Rasulullah tampak sangat penuh percaya diri. Hati beliau sudah bulat untuk membela orang yang teraniaya ini."

Abu Jahal tidak berkata sepatah kata pun. Ia masuk ke rumah dan keluar lagi untuk membayar pembelian unta laki-laki asing itu.

Orang asing itu sangat berterima kasih kepada Rasulullah. Ia segera pergi dan bercerita kepada orang-oran di sekitar Ka'bah. Mau tidak mau, keberanian Rasulullah ini menimbulkan rasa kagum di hati mereka. Mereka yang tadi sudah siap mengejek pun membubarkan diri dengan perasaan bercampur aduk, kesal, geram, tetapi sekaligus hormat dan kagum.

Bagaimana kisah selanjutnya?
Kita lanjut besok yaa...insya Allah 😊

📝Catatan Tambahan📝

💚Abdullah bin Abi Umayyah💚

Abdullah bin Abi Umayyah adalah anak bibi Rasulullah. Ia berkata kepada Rasulullah, "Aku tidak akan beriman kepadamu sampai kamu naik tangga ke langit dan turun membawa empat malaikat. Setelah itu pun, rasanya aku masih belum percaya kepadamu."
Rasulullah amat sedih mendengarnya.

📙Kisah diambil dari buku shiroh Nabawiyah

Share:

Munafik

PERNAHKAH ANDA MENGKHAWATIRKAN HAL INI PADA DIRI ANDA...❓

Seseorang berkata kepada Hudzaifah R.a. :

ﺃَﺧﺸَﻰ ﺃَﻥ ﺃَﻛُﻮﻥَ ﻣُﻨَﺎﻓِﻘًﺎ

"Aku khawatir diriku ini seorang MUNAFIK..."

Maka Hudzaifah berkata kepadanya :

ﻟَﻮ ﻛُﻨﺖَ ﻣُﻨَﺎﻓِﻘًﺎ ﻟَﻢ ﺗَﺨﺶَ

"Kalau memang benar dirimu munafik maka kamu TIDAK AKAN merasa khawatir terhadap kemunafikan."

Semoga, kita termasuk dari orang-orang yang takut itu.

📚 *Uyunul Akhbar: 2/739*

و الله ولي التوفيق...😊

Share:

Kematian

Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ  ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 57)

Ya Allah ya Robb,  izinkan kami memiliki sisa umur yang benar,  matikanlah kami dalam keadaan husnul khotimah. Ampunilah andai selama ini kami mengkhianatiMu, jadikan harta yang Engkau titipkan benar2 sebagai cahaya dalam kubur kami kelak. Jadikan shalat2 kami sebagai pendamping kami di alam BarzahMu, serta jadikan doa2 anak2 kami menerangi dan meluaskan kubur kami. Aamiin ya robbal 'alamiin...

Semoga Allah jadikan tiap amal sholeh kita sebagai bagian dari bentuk syukur kita kepadaNya sehingga kita makin dekat kepadaNya dan layak memperoleh rahmat dan RidhoNya. Aamiin ya robbal 'alamiin...

===============================

Share:

Ketegaran Tiada Banding

🌴🐪🐪🌴🌴🐪🐪🌴

🌻 SHIROH NABAWIYAH🌻

Suatu ketika, di tengah jalan, Rasulullah berpapasan dengan Umayyah bik Khalaf. Umayyah bin Khalaf adalah seorang pemuda berperangai buruk. Ia suka bermusuhan dan tidak punya rasa takut kepada siapapun. Sekalipun Umar bin Khatthab dan Hamzah bin Abdul Muthalib telah bergabung dengan pasukan kaum Muslimin. Umayyah menganggap enteng-enteng saja. Dia bahkan telah sesumbar akan membunuh Rasulullah dengan tangannya sendiri.

Oleh karena itu, ketika berpapasan dengan Rasulullah, Umayyah langsung menggertak sambil menunjuk kuda yang dituntunnya, "Aku beri makan kuda ini, tidak lain adalah untuk membunuhmu!"

Rasulullah menatap Umayyah dengan tajam sambil membalas cepat, "Tidak, justru akulah yang akan membunuhmu dengan izin Allah."

Sahabat fillahku, kini Rasulullah tidak segan lagi menjawab setiap ejekan dan ancaman orang-orang Quraisy. Beliau semakin gencar dan tekun berdakwah tanpa memperdulikan resikonya lagi. Keberanian Rasulullah ini meruntuhkan wibawa musuh-musuh beliau yang selama ini selalu membangga-banggakan diri.

Masyarakat kecil perlahan mulai terpengaruh dengan keberanian Rasulullah ini. Mereka merasa, jika bergabung dengan kaum Muslimin, mereka tidak akan diejek dan disakiti semena-mena lagi. Kekukuhan hati Rasulullah dalam menghadapi bahaya merambat ke hati orang-orang yang tertindas.

Suatu hari, seorang pria asing menjerit, "Wahai orang-orang Quraisy! Adakah orang yang bersedia menolong diriku? Hakku dirampas oleh Amr bin Hisyam ( Abu Jahal)! Aku adalah pendatang dan telah dilakukan sewenang-wenang!"

Sahabat fillahku, siapa orang Quraisy yang berani menantang keganasan Abu Jahal untuk menolong laki-laki malang ini?

Insya Allah kita lanjutkan besok ya kisahnya 😊

📝Catatan Tambahan📝

✏Abu Al Bakhtary✏

Abu Jahal menyuruh Uqbah bin Abi Mu'ith menyiramkan kotoran domba ke pundak Rasulullah ketika sedang sujud. Dalam perjalanan pulang, Rasulullah bertemu Abu Al Bakhtary. Abu Al Bakhtary menanyakan apa yang terjadi. Setelah mengetahui apa yang terjadi Abu Al Bakhtary mendatangi Abu Jahal dan mereka pun cekcok.

📒Kisah diambil dari buku shiroh nabawiyah

Share:

Bila Singgah : Berdoalah

Baik berhenti hendak mencicip makanan atau pun istirahat perjalanan..

Bila singgah..

Maka berdoalah..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa singgah di suatu tempat lalu ia membaca:

أَعُوْذُ بِكَلِمَا تِ اللّهَِ التَّامَّا تِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A'udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa khalaq..

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala makhluk yang telah Allah ciptakan.."

لَمْ يَضُرَّهُ شَيْئٌ حَتَّى يَرْ تَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذّلِكَ

niscaya tiada sesuatu pun yang dapat memudharatkannya..

Hingga ia meninggalkan tempat itu..”

[HR. Muslim: 2718]

Demikian yang diajarkan Islam..

Bukan ijin pamit kepada "penunggu" tempat..

Sebab tiada yang berkuasa atas segala sesuatu melainkan dengan ijin Allah ta'ala..

Karena Allah sesungguhnya pemilik bumi dan langit berserta apapun yang ada diantara keduanya..

Bila singgah, berdoalah..

🌱📚🌱📚🌱📚🌱

Share:

Doa Safar

Libur panjang..

Sebagian kita berencana hendak safar bepergian jauh..

Jangan luput membaca doa berikut:

اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَـهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, (Subhanalladzii sakhkhara lanaa hadza wamaa kunna lahu muqriniin, wa innaa ilaa rabbina lamunqalibuun)

"Allah Maha Besar (3X). Maha Suci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu menguasainya.

Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat).

الَلَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا البِرَّ وَالتَّقْوَى ،وَمِنَ العَمَلِ مَا تَرْضَى

Allahumma inna nas-aluka fii safarinaa hadza al-birra wat taqwa, wa minal 'amali maa tardha.

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami memohon perbuatan yang Engkau ridhai.

 الَلَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ

 الَلَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِيْ الأَهْلِ

Allahumma hawwin 'alainaa safaranaa hadza wathwi 'annaa bu'dahu.

Allahumma antashahibu fiis safari wal khalifatu fiil ahli

Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami.

Ya Allah, Engkau-lah Pendampingku dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku).

الَلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ

Allahumma inni a'udzubika min wa'taa issafari wa kaabatil mandzhari wa suu il munqalabi fiil maali wal ahli

Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga" (HR. Muslim: 1342)

Selain di baca, pahami pula maknanya..

Perbanyak doa dan istighfar di saat safar.

Senantiasa ada doa dan kebajikan pada setiap keadaan..

Share:

Rayap yang Diutus Allah

🌴🐪🐪🌴🌴🐪🐪🌴

🌾SHIROH NABAWIYAH🌾

"Muhammad menyampaikan kepadaku bahwa Allah telah mengutus rayap untuk memusnahkan piagam itu", lanjut Abu Thalib dengan tenang. Orang-orang itu saling pandang dengan rasa heran bercampur takjub. Benarkah kabar ini?

Abu Thalib cepat berkata lagi, "Jika kemenakan ku itu berbohong, kita biarkan apa yang ada diantara kalian dan dia. Biarlah kami menanggung pengasingan selamanya. Namun jika Muhammad benar, kalian harus berhenti memboikot dan berbuat semena-mena terhadap kami."

  Tampak sekali Abu Thalib sangat yakin dengan perkataannya sehingga bersedia menanggung boikot sampai mati jiia perkataan Rasulullah tidak benar. Semua orang terdiam. Mereka terharu sekaligus mengagumi rasa saling percaya dan kesetiaan yang demikian tinggi antara Abu Thalib dan Rasulullah.

"Baiklah, engkau adil," kata mereka, "kami terima perkataanmu tadi, Abu Thalib."

Berbondong-bondong,  mereka pergi ke Ka'bah dan menemui bahwa yang dikatakan Rasulullah memang benar. Rayap telah memakan isi piagam itu kecuali sebagian kecil yang bertuliskan "Bismika allahumma (Dengan nama-Mu ya Allah)."

Demikianlah, akhirnya piagam itu dibatalkan. Rasulullah dan keluarganya kini bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat seperti semula.

Apakah kini Rasulullah dan para pengikutnya bisa bernafas lebih lega? Apalagi adanya kekuasaan Allah melalui rayap, mungkinkah hati orang-orang musyrik berubah? Ternyata sama sekali tidak! Justru kekufuran mereka semakin menjadi-jadi. Mereka itu seperti yang tercantum dalam firman Allah, "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat) mereka berpaling dan berkata, '(ini adalah) sihir yang terus-menerus' QS Al Qamar, 54 :  2)

Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Kita lanjutkan besok yaa...Insya Allah 😊

📝Catatan Tambahan📝

🌹Mengikat Batu di Perut🌹

Rasulullah adalah orang yang paling tabah menahan derita. Menurut Abu Hurairah, setelah hijrah ke Madinah pernah antara 1 sampai 2 bulan, Rasulullah sekeluarga tidak memasak apa-apa karena tidak ada makanan. Selama itu, beliau sekeluarga hanya makan buah kurma dan air putih. Bahkan, Rasulullah pernah mengikat batu di perutnya supaya tidak masuk angin.

📓Kisah diambil dari buku shiroh nabawiyah

🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺

Share:

PUISI CUMA IBU YANG TAHU

oleh : Khofifah Indar Parawansa
          (Menteri Sosial RI)

Puisi dibacakan oleh Wagub Jabar Bpk. H. Deddy Mizwar dalam sambutan Wisudawan Wisudawati Pondok Pesantren Husnul Khotimah Angkatan Ke-20

Saat Ibu baru saja memejamkan mata.........,
pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya.......,
dalam keadaan mengantuk, anak pun harus digendong sepenuh cinta......
Bagaimana rasanya....?
Cuma Ibu yang tahu rasanya.....

Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja......,
ketika suapan pertama, anak pup dicelana......
Bagaimana rasanya....?
Cuma Ibu yang tahu rasanya.....

Saat badan sudah lelah tak ada tenaga......,
ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada....,
mumpung anak-anak sedang anteng dikamarnya.....
Belum sempat sabunan, anak sudah nangis berantem rebutan boneka.....,
Kacaulah acara mandi Ibu....., langsung handukan walau daki masih menempel dibadannya....
Bagaimana rasanya?
Cuma Ibu yang tahu rasanya.....,

Saat Ibu ingin beribadah dengan khusuknya.....,
anak-anak mulai mencari perhatian.....,
menarik-narik mukena, mengacak-ngacak lemari baju mumpung lbu tak berdaya....,
Loncat sana loncat sini, punggung Ibu jadi pelana.
Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa...
Bagaimana rasanya?
Cuma Ibu yang tahu rasanya....

Aaah.....,
dibalik kerepotan itu semua, namun ada jua syurga didalamnya.

Cuma Ibu yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan....,
pelukan anak....,
Ucapan cinta anak yang tampak sederhana dihadapan orang, namun berubah menjadi intan permata dimata Ibu.....,
Itulah mengapa....?
Saat anak bahagia, Ibu menangis....,
Anak berprestasi, Ibu menangis....,
Anak tidur lelap, Ibu menangis...,
Anak pergi jauh, Ibu menangis...,
Anak menikah, Ibu menangis....,
Anak wisuda TK aja, Ibu menangis...,
Anak tampil dipanggung, Ibu menangis....,

Aah....
inikah tangis bahagia yang tak akan dapat dimiliki siapapun jua...,
jika engkau tak mengalaminya sendiri sebagai Ibu...,
mungkinkah ini bagian dari surga milikNya yang diberikan kepada seluruh Ibu, sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa....?.

Dan akhirnya saya percaya dimana ada kerasnya perjuangan Ibu di dalam rumah....,
maka disitu akan hadir cahaya surga yang menemani Ibu yang tak kalah indahnya.....,

Jika hari ini engkau menangis karena repotnya mengasuh anak....,
maka akan ada hari dimana engkau akan tersenyum paling manis karena kebaikan yang hadir bersamanya.....

*Selamat Hari Ibu*
Salam buat seluruh Ibu-Ibu...Dimanapun berada.....🙏🙏

Share:

LGBT

TERNYATA HADITS INI PALING DITAKUTI PENDUKUNG LGBT

Apa yang paling ditakuti pendukung LGBT? Ternyata hadits ini. Terbukti, begitu hadits ini dikutip, puluhan pendukung LGBT marah-marah dan menilainya sebagai hate speech. Padahal hadits ini adalah hadits shahih, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

“Barang siapa mendapati orang yang melakukan perbuatan seperti yang dilakukan kaum Luth, maka bunuhlah orang yang berbuat dan pasangannya."

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad; shahih)

Hadits ini dianggap hal yang mengerikan sehingga banyak pendukung LGBT ramai-ramai melaporkan twit berisi hadits tersebut ke Twitter. Bahkan, ada sutradara film yang hendak melaporkannya ke polisi sebagai hate speech. Namun, setelah banjir dukungan terhadap kebenaran hadits tersebut, ia menghapus laporan online tersebut.

Mengapa hadits ini ditakuti dan orang yang mengutipnya dimusuhi? Padahal hadits ini adalah hadits shahih, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Apakah jika hadits ini ditolak, mereka juga menolak Rasulullah?

Jika yang mereka bayangkan adalah hadits ini memprovokasi orang untuk membunuh pelaku homoseks, mereka salah. Sebab seluruh ulama memahami bahwa yang bisa memberikan hukuman tersebut adalah pemerintah Islam.

Jika pemerintah Islam menghukum pelaku homoseks dengan hudud seperti hadits tersebut apakah akan tetap disebut kekerasan dan teror? Seharusnya mereka –para pendukung LGBT- itu memahami bahwa Islam sangat progresif.

Islam mengetahui bahwa penyimpangan seksual itu akan membawa banyak bahaya bagi manusia mulai dari mendatangkan penyakit seksual hingga menjatuhkan martabat manusia. Bukankah sudah terbukti bahwa virus HIV/AIDS pertama kali ditemukan pada pasangan homoseksual.

Yang lebih mendasar dari itu, hadits tegas menunjukkan bahwa homoseks dan juga LGBT secara umum benar-benar ditolak dalam Islam. Tak ada pembenaran untuk penyimpangan seksual. Hal itu masuk dosa besar sehingga Islam mengatur hukumannya. Dan jika para pelaku LGBT tidak bertaubat, adzab pedih akan menunggu mereka kelak di hari kiamat.

Share:

MENGAPA KITA MESTI BERDAKWAH

🌿Setiap kali berkurang kemauan dan hasrat untuk berdakwah, maka ingatlah pahala-pahala dan buah-buah yang agung bagi siapa yang berdakwah ke jalan Allah pada artikel berikut ini

📙📗📕📒📘📙📗📕📒📘

Segala puji hanya milik Allah semata Rabb semesta alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad Shallâhu 'alaihi wa sallam, kepada para kerabatnya, para shahabat seluruhnya, wa ba’du:

Aku melihat seorang laki-laki warga Negara Filipina, ia dulu adalah seorang pendeta dan misionaris, kemudian Allah Azza wa Jalla memberikan kepadanya hidayah! Lalu mari kita perhatikan apakah yang ia kerjakan setelah Allah membukakan hatinya untuk memeluk agama Islam? Dia mulai mendakwahi anak bangsanya sehingga masuk islam di tangannya 4000 orang! Dan yang demikian itu hanya dalam beberapa tahun saja! Kira-kira berapa banyak orang yang akan memeluk agama Islam di tangan mereka yang 4000 itu, dan akhirnya kebaikan terus melambung naik sampai hari kiamat! Alangkah beruntungnya ia…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya[1].”

An Nawawi rahimahullah berkata: “ia menunjukkan dengan perkataan, lisan, isyarat dan tulisan.”

🌱Saudaraku muslim…

Berdakwah kepada agama Allah Azza wa Jalla termasuk keta’atan yang paling tinggi dan ibadah yang paling agung, ia membutuhkan dari seluruhnya cara-cara yang bermacam-macam, keikhlashan, kesungguhan, kesabaran untuk menyampaikan agama ini, mempertahankan dan memperjuangkannya dari kehancuran:

{يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2)} [المدثر: 1، 2]

Artinya: “Hai orang yang berkemul (berselimut),  bangunlah, lalu berilah peringatan![2].”

Jika bukan kita penganut agama Islam yang bekerja untuk agama ini, maka siapakah gerangan yang akan mengerjakannya?!

Allah Azza wa Jalla telah memuliakanmu dengan nikmat Islam dan memudahkan bagimu perkara-perkara dan memudahkan bagimu jalan sehingga kamu berjalan di jalan yang paling agung, Ibnul Qayyim berkata: “Berdakwah ke jalan Allah Ta’ala adalah tugasnya para rasul dan para pengikutnya.”

🌱Saudaraku muslim…

Siapa yang memberikan sebuah buku maka ia adalah pendakwah, siapa yang menghadiahkan kaset maka ia adalah seorang pendakwah, siapa yang mengajarkan oang yang bodoh maka ia adalah seoorang pendakwah, dan barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka ia adalah seorang pendakwah, siapa yang menyampaikan sepatah kata maka ia adalah seorang pendakwah…pintu-pintu yang luas dan jalan yang mudah dan gampang, segala puji hanya milik Allah, setiap kali berkurang kemauan dan hasrat menjadi lemah, maka ingatlah pahala-pahala dan buah-buah yang agung bagi siapa yang berdakwah ke jalan Allah, di antaranya:

🍃Pertama: mengikuti para nabi dan mencontoh mereka

{قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ } [يوسف: 108]

Artinya: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik[3].”

Al Farra berkata: “Wajib bagi setiap yang mengikutinya untuk berdakwah kepada apa yang ia dakwah dan menyebutkan Al Quran dan nasehat”.

🍃Kedua: bergegas untuk mendapatkan kebaikan dan kemauan di dalam mendapatkan pahala

karena Allah Azza wa Jalla memuji para pendakwah:

{وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ } [فصلت: 33]

Artinya: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?[4].”

Asy Syaukani berkata: “Tidak ada yang lebih baik darinya dan yang lebih jelas dari jalannya dan tidak ada yang lebih banyak pahalanya dibanding  amalannya”.

🍃Ketiga: berusaha untuk mendapatkan pahala-pahala yang besar kebaikan-kebaikan yang banyak dengan hanya perbuatan yang sedikit

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kabar gembira dengan sabdanya:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya[5].”

Jika anda menunjukkan seseorang kepada agama Islam maka bagi anda seperti pahala islamnya, amalannya, shalatnya dan puasanya dan tidak mengurangi hal tersebut dari pahalanya sedikitpun, dan pintu ini sangat agung dan luas, siapa yang diberi taufik oleh Allah Azza wa Jalla ia akan masuk ke dalamnya.

🍃Keempat: taufik dan pendekatan kepada kebenaran: bahwasanya ia adalah buah yang sangat jelas dari dakwah 

Allah Ta’ala berfirman:

{وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ} [العنكبوت: 69]

Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik[6].”

Al Baghawi berkata: “Orang-orang yang berjihad melawan orang-orang musyrik untuk memperjuangkan agama kiat”.

🍃Kelima: Harapan shalihnya keturunan

Karena sesungguhnya di dalam hal tersebut terdapat Qurratu ‘ain di dunia dan akhirat, dan Allah tidak menghilangkan pahala orang yang telah berbuat kebaikan. Allah Ta’ala berfirman:

{وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا } [النساء: 9]

Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar[7].”

dan termasuk dari perkataan yang benar yang paling agung adalah berdakwah kepada Agam Allah.

🍃Keenam: termasuk dari buah dari berdakwah adalah memberatkan timbangan-timbangan kebaikan kita pada hari ditunjukkannya amal perbuatan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Artinya: “Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka baginya pahal seperti pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi akan pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa  seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun[8].”

🍃Ketujuh: Melakukan dakwah kepada Allah merupakan sebagian dari sebab-sebab kemenangan dan keberuntungan di dunia dan akhirat

Allah Ta’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ(1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ(2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran[9].”

🍃Kedelapan: Berdakwah kepada agama Allah termasuk dari sebab-sebab yang mendatangkan kemenangan melawan musuh-musuh

Allah Ta’ala berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ} [محمد: 7]

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu[10].”

Karena dengan dakwah maka Allah akan disembah sesuai dengan yang disyri’atkan-Nya, kemungkaran-kemungkaran akan hilang, dan akan tumbuh di dalam umat ini rasa kejayaan dan kemuliaan sehingga jalan di jalan kemenangan dan kekuasaan.

🍃Kesembilan: dengan berdakwah kepada agama Allah maka akan didapatkan kedudukan-kedudukan yang tinggi

Syaikh Abdurrahman As Sa’dy rahimahullah berkata: “Dan kedudukan ini yaitu kedudukan berdakwah adalah kesempurnaan yang bagi orang-orang shiddiq, yang telah menyempurnakan akan diri mereka dan selain mereka, dan mereka akan mendapatkan warisan yang sempurna dari para rasul”.

🍃Kesepuluh: dari buah hasil berdakwah adalah shalawat Allah, para malaikat-Nya dan penduduk langit dan bumi atas pengajar manusia kebaikan

karena apa yang ia akan sampaikan hanyalah ilmu yang diwarisi dari firman Allah Ta’ala dan sabda rasul-Nya yang mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya dan penghuni bumi dan langit sampai semut yang berada di lubangnya dan bahkan sampai ikan benar-benar bershalawat atas pengajar manusia kebaikan[11].”

🍃Kesebelas: Berdakwah kepada agama Allah mengangkat derajat di dunia dan akhirat

Ibnul Qayyim berkata: “Sesungguhnya pangkat makhluq yang paling mulia di sisi Allah adalah pangkat kerasulan dan kenabian, karenanya Allah mengutus dari manusia seorang rasul bergitu pula dari jin”.

🍃Kedua belas: Termasuk buah hasil berdakwah adalah terus mengalirnya pahala si pendakwah setelah wafatnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا مَا عَمِلَ بِهِ فِي حَيَاتِهِ وَبَعْدَ مَمَاتِهِ حَتَّى يَتْرُكَ

Artinya: “Barangsiapa yang mensunnahkan sunnah yang baik maka baginya pahala amalan tersebut selama dikerjakan di dalam kehidupannya dan setelah wafatnya sampai ditinggalkan[12].”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Jika seorang anak keturunan Adam meninggal maka terputus amalnya kecuali dati tiga perkara…”, dan salah satu diantaranya adalah: “Ilmu yang bermanfa’at.”

🍃Ketiga belas: Kecintaan Allah Azza wa Jalla bagi siapa yang memperjuangkan agama-Nya dan menyampaikan risalah-Nya

Al Hasan ketika mengomentari firman Allah Ta’ala:

{وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ } [فصلت: 33]

Artinya: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?[13]. “

Beliau berkata: “Dia adalah orang yang beriman, menerima seruan Allah lalu menyeru manusia kepada apa yang ia telah dia terima dari seruan tersebut lalu ia beramal shalih ketika menerimanya, maka orang ini aadalah orang yang dicintai oleh Allah, ia adalah wali Allah”.

🍃Keempat belas: dari buah hasil berdakwah yang dicintai yang disenangi oleh jiwa dan melapangkan dada

dan juga menolong untuk selalu terus (dalam berdakwah) dan mampu melawan dalam keadaan yang sempit, yaitu doa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar terang wajah bagi yang menyampaikan sabda beliau,

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِى فَبَلَّغَهَا

Artinya: “Allah mencerahkan wajah seseorang yang telah mendengar perkataanku lalu ia sampaikan[14].”

Maka berbahagialah orang yang merasakan doa ini dan mendapatkan bagian darinya.

🍃Kelima belas: Doa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar mendapatkan rahmat bagi siapa yang menyampaikan sabda beliau

termasuk hal yang paling agung yang membantu untuk selalu berjalan dengan semangat:

رحم الله امرأ سمع منى حديثا فحفظه حتى يبلغه غيره

Artinya: “Allah merahmati seseorang yang telah mendengar dariku sebuah hadits lalu ia menghafalnya  kemudian ia sampaikan kepada orang lain[15].”

🌱Dan di zaman sekarang terkumpul syarat-syarat untuk menyampaikan, Al Quran, kaset-kaset yang bernuansa islam telah tersedia, agar sampai kepada orang yang di dakwahi dalam keadaan yang sempurna dan baik, saya teringat bahwa seorang laki-laki masuk Islam kemudian ia dating ke Negara ini dan bermukim di sini beberapa tahun kemudian pulang ke negaranya dan tidak ada seorangpun dari manusia yang mengajaknya ke agama Allah, sampai ada kesempatan baginya untuk bekerja yang lain lagi dan setelah setahun ia pulang bersama sebuha perusahaan di bidang perbaikan hotel-hotel. Ia berkata: lalu pada suatu hari aku dapatkan sebuah tulisan singkat diletakkan di atas meja dapur setelah keluarnya orang yang menyewa hotel tersebut, ternyata di dalamnya terdapat pengetahuan-pengetahuan tentang Islam, lalu jadilah inti pencarianku adalah tentang Islam dan bertanya seputarnya, sampai akhirnya akupun masuk Islam dam masuk islam bersamaku bapak dan ibuku serta istriku dan aku berusaha untuk memasukkan sisa dari keluargaku sekarang masuk ke dalam Islam, maka bagaimanakah kesenganan seorang pendakwah yang meletakkan tulisan singkat tersebut kelak paa hari kiamat, jika seluruh kealuarga itu dan yang lainnya menerima dan itu semua akan terdapat di buku amalan dan kebaikan dia?

🍃Keenam belas: berdakwah kepada agama Allah adalah shadaqah dari beberapa cara shadaqah

Allah Ta’ala berfirman,

{الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ} [البقرة: 3]

Artinya: “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka[16].”

Al Hasan berkata: “Termasuk infaq yang paling afdhal adalah infaq ilmu”.

Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla menjadikan kita dari para pendakwah kepada agama-Nya dan memberikan kepada kita seluruhnya keikhlashan di dalam perkataan dan perbuatan.

[1]Hadits riwayat Muslim

[2] QS. Al Mudatstsir:1-2

[3] QS. Yusuf:108

[4] QS. Fushshilat:33

[5] Hadits riwayat Muslim

[6] QS. Al Ankabut:69

[7] QS. An Nisa-‘:9

[8] Hadits riwayat Muslim

[9] QS. Al Ashr:1-3

[10] QS. Muhammad:10

[11] Hadits riwayat Tirmidzi

[12] Hadits riwayat Ath Thabarani

[13] QS. Fushshilat:33

[14] Hadits riwayat Ibnu Majah

[15] Hadits riwayat Ahmad

[16] QS. Al Baqarah:3

Wallâhu Waliyyut Taufiiq

Share:

KETERASINGAN YANG INDAH

➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاء

🌾“Islam bermula dalam keadaan asing (di tengah-tengah manusia) dan akan kembali terasing sebagaimana ia bermula, maka beruntunglah al-ghuroba’ (orang-orang yang dianggap asing karena mengamalkan Islam).” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

➡ Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

السبب في كون القرن الأول خير القرون انهم كانوا غرباء في ايمانهم لكثرة الكفار حينئذ وصبرهم على اذاهم وتمسكهم بدينهم قال فكذلك اواخرهم إذا اقاموا الدين وتمسكوا به وصبروا على الطاعة حين ظهور المعاصي والفتن كانوا أيضا عند ذلك غرباء وزكت أعمالهم في ذلك الزمان كما زكت أعمال أولئك ويشهد له ما رواه مسلم عن أبي هريرة رفعه بدأ الإسلام غريبا وسيعود غريبا كما بدأ فطوبى للغرباء

🌾“Sebab yang menjadikan generasi pertama (para sahabat) sebagai generasi terbaik adalah karena mereka ghuroba’ (orang-orang yang asing) dalam keimanan mereka disebabkan banyaknya orang-orang kafir ketika itu, dan karena kesabaran mereka atas penderitaan yang mereka hadapi serta berpegang teguhnya mereka dengan agama.

❗Demikianlah generasi akhir mereka (umat Islam yang meneladani para sahabat di akhir zaman), apabila mereka menagakkan agama, berpegang teguh dengannya dan bersabar dalam ketaatan kepada Allah ketika kemaksiatan dan berbagai macam cobaan semakin merajalela, maka mereka juga termasuk ghuroba’ dan amalan mereka berlipat ganda di masa tersebut sebagaimana amalan generasi pertama juga berlipat ganda, hal ini dikuatkan dengan hadits yang diriwayatkan Al-Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu secara marfu’ (sampai kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam): Islam bermula dalam keadaan asing (di tengah-tengah manusia) dan akan kembali terasing sebagaimana ia bermula, maka beruntunglah al-ghuroba’ (orang-orang yang dianggap asing karena mengamalkan Islam).” 📚 [Fathul Bari, 7/6-8]

➡ Al-‘Allaamah Ibnu Baz rahimahullah berkata,

الغرباء هم أهل الاستقامة ، وان الجنة والسعادة للغرباء الذين يصلحون عند فساد الناس

🌾“Orang-orang yang terasing adalah mereka yang istiqomah (teguh di atas kebenaran), sesungguhnya surga dan kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing, yaitu yang membuat perbaikan ketika manusia banyak yang rusak.”
📚 [Fatawa Nur ‘alad Darb, 1/14]

❗Maka Al-Guroba', orang-orang yang terasing adalah mereka yang selalu meneladani generasi sahabat (generasi pertama umat Islam) dan istiqomah, dengan cara:

🏷 Mempelajari Al-Qur'an dan As-Sunnah

🏷 Berusaha mengamalkannya dengan baik,

🏷 Mengajarkannya kepada orang lain,

🏷 Sabar dan istiqomah di atasnya sampai akhir hayat.

❗Inilah empat sifat Al-Ghuroba' yang hendaklah selalu ditingkatkan dan dikuatkan: Menuntut ilmu agama, mengamalkannya, mendakwahkanya dan bersabar. Terlebih ketika syirik, bid'ah dan maksiat semakin merajalela.

➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah mengingatkan,

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

🌾“Akan datang suatu zaman kepada manusia, dimana orang yang berpegang teguh dengan agama di tengah-tengah mereka bagaikan orang yang menggenggam bara api.”
📚 [HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 957]

Tidak lain hal itu karena semakin merebaknya kebodohan terhadap ilmu agama dan banyaknya orang-orang bodoh yang berbicara agama tanpa ilmu serta mengada-adakan perkara baru dalam agama tanpa ada contoh dari Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam.

Inilah diantara tanda kiamat yang mengingatkan kita untuk lebih istiqomah di atas jalan kebenaran.

➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

🌾“Diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, menguatnya kebodohan, diminumnya khamar, dan nampaknya perzinahan.”

📚 [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas Bin Malik radhiyallahu’anhu]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسل

Share:

Rayap yang Diutus Allah

🌴🐪🐪🌴🌴🐪🐪🌴

🌾SHIROH NABAWIYAH🌾

"Muhammad menyampaikan kepadaku bahwa Allah telah mengutus rayap untuk memusnahkan piagam itu", lanjut Abu Thalib dengan tenang. Orang-orang itu saling pandang dengan rasa heran bercampur takjub. Benarkah kabar ini?

Abu Thalib cepat berkata lagi, "Jika kemenakan ku itu berbohong, kita biarkan apa yang ada diantara kalian dan dia. Biarlah kami menanggung pengasingan selamanya. Namun jika Muhammad benar, kalian harus berhenti memboikot dan berbuat semena-mena terhadap kami."

  Tampak sekali Abu Thalib sangat yakin dengan perkataannya sehingga bersedia menanggung boikot sampai mati jiia perkataan Rasulullah tidak benar. Semua orang terdiam. Mereka terharu sekaligus mengagumi rasa saling percaya dan kesetiaan yang demikian tinggi antara Abu Thalib dan Rasulullah.

"Baiklah, engkau adil," kata mereka, "kami terima perkataanmu tadi, Abu Thalib."

Berbondong-bondong,  mereka pergi ke Ka'bah dan menemui bahwa yang dikatakan Rasulullah memang benar. Rayap telah memakan isi piagam itu kecuali sebagian kecil yang bertuliskan "Bismika allahumma (Dengan nama-Mu ya Allah)."

Demikianlah, akhirnya piagam itu dibatalkan. Rasulullah dan keluarganya kini bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat seperti semula.

Apakah kini Rasulullah dan para pengikutnya bisa bernafas lebih lega? Apalagi adanya kekuasaan Allah melalui rayap, mungkinkah hati orang-orang musyrik berubah? Ternyata sama sekali tidak! Justru kekufuran mereka semakin menjadi-jadi. Mereka itu seperti yang tercantum dalam firman Allah, "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat) mereka berpaling dan berkata, '(ini adalah) sihir yang terus-menerus' QS Al Qamar, 54 :  2)

Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Kita lanjutkan besok yaa...Insya Allah 😊

📝Catatan Tambahan📝

🌹Mengikat Batu di Perut🌹

Rasulullah adalah orang yang paling tabah menahan derita. Menurut Abu Hurairah, setelah hijrah ke Madinah pernah antara 1 sampai 2 bulan, Rasulullah sekeluarga tidak memasak apa-apa karena tidak ada makanan. Selama itu, beliau sekeluarga hanya makan buah kurma dan air putih. Bahkan, Rasulullah pernah mengikat batu di perutnya supaya tidak masuk angin.

📓Kisah diambil dari buku shiroh nabawiyah

🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺

Share:
Copyright © 2018 Powered by SYUKROLUDIRO.CO. Diberdayakan oleh Blogger.

Promosikan Blog Anda!

Blog Archive

Social

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.