السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Alhamdulillah, Allah masih memberi nikmat sehat, iman, ihsan, dan Islam pada kita semua. Semoga kita semua selalu dipersatukan Allah hingga jannah-Nya nanti.
Yuk kita lanjutkan perjalanan dakwah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dalam mempertahankan Islam.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد
Sahabat itu adalah Umar bin Khatab.Ketidakpuasannya ini ditunjukkan setelah terjadi insiden saat penulisan perjanjian. Saat itu Ali Bin Abi Thalib ditugasi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menulis perjanjian itu.
"Tulislah Bismillahirohmanirohim!" Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Ali.
"Stop!" seru Suhail. Nama Arrohman dan arrohim ini tidak kukenal. Tulislah dengan bismika allahumma (dengan nama-mu Ya Allah)"
"Tulislah dengan nama-mu Ya Allah," Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Ali.
"Lalu, tulislah: "Ini adalah perjanjian damai yang ditetapkan antara Muhammad Rasulullah dengan suhail Bin Amr."
Namun delegasi Quraisy itu kembali menolak. "Jika kami mengakui bahwa engkau Rasulullah, tentu kami tidak akan memerangi mu. Karena itu tulislah namamu dan nama ayahmu."
"Baik. Hapuslah kata Rasulullah. Tulislah Muhammad bin Abdullah," sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Namun seperti para sahabat yang hadir Ali Bin Abi Thalib sudah memuncak kemarahannya kepada delegasi Quraisy itu sehingga ia berkata, "Tidak ya Rasulullah!" Demi Allah aku tidak Sudi menghapus kata itu."
Akhirnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri yang menghapus kata-kata itu. Melihat hal itu Umar Bin Khattab berkata kepada Abu Bakar yang duduk disampingnya, "Bukankah dia itu Rasulullah?"
"Memang betul," jawab Abu Bakar.
"Bukankah kita ini orang-orang Islam?"
"Memang betul!"
"Bukankah mereka itu orang-orang musyrik?"
"Memang betul!"
"Lalu Mengapa kita mau direndahkan dalam soal agama kita?" seru Umar berapi api.
Abu bakar menenangkan Umar dengan kata-kata tegas," Umar duduklah di tempatmu aku bersaksi bahwa dia Rasulullah."
Namun hampir semua sahabat berpendapat seperti Umar. Mereka merasa agama mereka telah dilecehkan dengan perjanjian ini. Bukan saja mereka gagal berhaji tahun ini tetapi juga harus menerima bahwa orang musyrik itu seolah merendahkan Allah dan rasulnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Kemudian terjadilah sebuah peristiwa yang membuat para sahabat semakin tidak menyukai perjanjian ini.
Kita lanjutkan besok ya kisahnya.....
kisah diambil dari berbagai sumber siroh nabawiyah "Syaikh Shafiyyur Rahman al Mubarakfurry"
Muhammad salallahu 'alaihi wassallam
Siroh Nabawiyyah
Mari Berkisah
Sahabat Sirah Nabawiyah







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
semoga bermanfaat.