Just Sharing Berbagi itu indah, berbagi tidak akan mengurangi tapi dengan berbagi akan menambah


Mulia Hanya di Dunia

┏📚Mengapa orang dzalim orang kafir tetap diberi rezeki didunia meski mereka banyak berbuat kerusakan dan tidak taat kepada Allah?

❒Ketahuilah bahwa kaya dan miskin bukanlah tanda ukuran kemulian dan kehinaan. Karena orang kafir saja Allah tetap beri mereka rizki, begitu juga dengan orang ahli maksiat pun Allah tetap beri mereka rizki. Itulah sifat Lathifnya Allah

■Allah berfirman

اللهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ القَوِيُّ العَزِيزُ
❖Allah Maha lembut terhadap hamba hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Asy Syura: 19)

┏🍃🌹Allah berfirman tentang perkataan orang orang yang tidak beriman “Dan mereka 'orang kafir dzholim' berkata: “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak daripada kamu dan Kami sekali-kali tidak akan diazab.

┏🍃🌹Allah tegaskan; Katakanlah: “Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya

┏Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang Tinggi didalam surga. (QS. Saba’: 35- 37)

┏📚Ketahuilah segala kenikmatan yang mereka salah gunakan bersifat istidraj. Yakni penguluran waktu diturunkannya adzab hingga tidak ada lagi kebaikan yang tersisa. Sehingga semua siksa menjadi akhir kehidupannya

🍃࿐
Sengaja Allah mengangkat kedudukan orang Dzalim agar manusia melihat kejatuhannya dari ketinggian

📰Belajarlah dari kisah fir'aun, Qorun, kaum Luth, Kaum Samud. Semoga kita mendapat hikmah


Buah leci buah rambutan.
Masak dibungkus sapu tangan.

Dunia ini hanya pinjaman.
Akhirat kekal kampung halaman.

💐Semoga Bermanfaat

Share:

Membangun Karakter Penyayang (Welas Asih)

عن أبي هريرة رضي الله عنه أيضاً قال،أنَّ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم، قَالَ: ((بَينَما رَجُلٌ يَمشي بِطَريقٍ اشْتَدَّ عَلَيهِ العَطَشُ، فَوَجَدَ بِئرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشربَ، ثُمَّ خَرَجَ فإذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يأكُلُ الثَّرَى مِنَ العَطَشِ، فَقَالَ الرَّجُلُ: لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الكَلْبُ مِنَ العَطَشِ مِثلُ الَّذِي كَانَ قَدْ بَلَغَ مِنِّي فَنَزَلَ البِئْرَ فَمَلأَ خُفَّهُ مَاءً ثُمَّ أمْسَكَهُ بفيهِ حَتَّى رَقِيَ، فَسَقَى الكَلْبَ، فَشَكَرَ الله لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ)) قالوا: يَا رَسُول اللهِ، إنَّ لَنَا في البَهَائِمِ أَجْرًا؟ فقَالَ: ((في كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أجْرٌ)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. وفي رواية للبخاري: ((فَشَكَرَ اللهُ لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ، فأدْخَلَهُ الجَنَّةَ))

Dari Abu Hurairah Radliyallahu 'Anhu lagi bahawasanya Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wasallam bersabda:
"Pada suatu ketika ada seorang  berjalan di suatu jalan, ia sangat merasa haus, lalu menemukan sebuah sumur, kemudian turun di dalamnya terus minum. Setelah itu ia pun keluarlah. Tiba-tiba ada seekor anjing menghulur-hulurkan lidahnya sambil makan tanah kerana hausnya, Orang itu berkata - dalam hati; "Niscayalah anjing ini telah sampai pada kehausan sebagaimana yang telah sampai padaku tadi." la pun turun lagi ke dalam sumur lalu memenuhi sepatu khufnya dengan air, kemudian memegang sepatu itu pada mulutnya, sehingga ia keluar dari sumur tadi, terus memberi minum pada anjing tersebut. Allah berterima kasih pada orang tadi dan memberikan pengampunan padanya."
Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apakah sebenarnya kita juga memperoleh pahala dengan sebab memberi - makan minum - pada golongan binatang?" Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam  menjawab:
"Dalam setiap hati yang basah - maksudnya setiap sesuatu yang hidup yang diberi makan minum - ada pahalanya." (Muttafaq 'alaih)
Dalam sebuah riwayat dari Imam Bukhari disebutkan demikian: "Allah lalu berterima kasih pada orang tersebut, kemudian memberikan pengampunan padanya, lalu memasukkannya ke dalam syurga."

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Hadis di atas mengandung suatu anjuran supaya kita semua berbuat baik terhadap segala macam binatang.

2- Watak raufun rahimun (penyang/welas asih) menyebabkan seseorang Diampuni dosanya dan dimasukkan kedalam surga-Nya.

3- Maka karakter penyayang ini( raufun rohimun) harus dibangun, untuk supaya mudah dan ringan berbuat baik kepada sesama bahkan sampai kepada binatang sebagai wasilah untuk mudah mendapatkan ampunan dan dimasukkan ke dalam surga-Nya.

4- Dalam ungkapan," perhatikan fikiranmu maka ia akan menjadi perbuatanmu, perhatikan perbuatanmu karena ia akan menjadi kebiasanmu, perhatikan kebiasanmu maka ia akan menjadi karaktermu, perhatikan karaktermu maka ia akan menjadi nasibmu.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

- Karakter baik Rasulullah yang harus ditiru oleh umatnya :

بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Amat  belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. [Q.S (9) At-Taubah: 128]

Share:

MEMA'AFKAN itu MULIA - Meminta MA'AF itu KSATRIA

💠Sangat manusiawi apabila kita berbuat salah.
Namun kesalahan yang paling fatal yaitu ketika kita tidak mau dan tidak ingin meminta maaf.

💠Sedangkan meminta ma'af itu merupakan tradisi orang-orang yang berjiwa besar, mulia dan ksatria. Yang dengannya kita bisa melihat serta mendapati bagaimana kualitas IMAN-nya.

➡Berlomba-lomba-lah meminta Ma'af & berlapang dada-lah didalam memberi Ma'af⬅

♻Sebuah KISAH....♻

↘Para sahabat tengah berkumpul disebuah majlis, waktu itu Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ tidak bersama mereka. Ada Khalid Bin Walid, Ibnu ‘Auf, Bilal dan Abu Dzar di Majlis itu. Mereka sedang membicarakan sesuatu, lalu Abu Dzar mengemukakan pendapatnya dan berkata,

“Menurutku… Pasukannya mestinya begini dan begitu.”

Bilal menyanggah, “Tidak, usulan yang keliru.”

Abu Dzar membalas, “Engkau juga wahai anak orang yang berkulit hitam menyalahkanku!?”

Bilal lalu berdiri, marah dan menyesalkan perkataan sahabatnya, dia lalu berkata,

“Demi Allah… Aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ”

Bilal tiba dihadapan Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ sambil mengadu,

“Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan Abu Dzar padaku?”

Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ bertanya,

“Apa yang dia katakan padamu?”

Bilal menjawab, “Dia mengatakan begini dan begitu…”

Wajah Rasulullah kemudian berubah.

Abu Dzar mendengar hal ini. Dia bergegas ke masjid dan menyapa Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ,

“Assalamu Alaikum warahmatullah wabarakatuh, Ya Rasulallah.”


Rasulullah menjawab, “Wahai Aba Dzar, apa dengan ibunya engkau menta’yirnya (menjelekkannya)? Sungguh pada dirimu ada kejahiliyaan.”

Abu Dzar sontak menangis, dia mendekat ke Rasulullah dan berkata,

“Wahai Rasulullah, mintalah kepada Allah agar mengampuniku.”

Sambil menangis, dia keluar dari masjid menemui Bilal yang sedang berjalan. Dia lalu membaringkan kepalanya sampai pipinya menempel ketanah dan berkata,

“Wahai Bilal. Demi Allah, aku tak akan mengangkat kepalaku sampai engkau menginjaknya dengan kakimu. Engkau adalah orang yang mulia dan aku orang yang hina!”

Hal ini membuat Bilal menangis. Dia mendekati sahabatnya, mencium pipinya dan berkata,

“Demi Allah, aku tak akan menginjak wajah yang pernah sujud kepada Allah.”

Mereka berdua lalu berdiri, berpelukan sambil menangis.
====================

😌Semoga Allah Swt memaafkan kita semua. Dan kami meminta maaf kepada semua yang pernah tersakiti dengan perkatan ataupun perbuatan kami.

“Tak ada kebaikan pada diri kita jika kita meninggal dalam keadaan belum saling memaafkan.”

_Jum'at, 9 Maret 2017_

Share:

100 PERINTAH ALLAH DALAM ALQUR'AN UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA SEHARI-HARI

1. Jangan berkata kasar
(QS 3 – Ali Imran : 159)

2. Tahanlah amarah
(QS 3 – Ali Imran : 134)

3. Berbaiklah kepada orang lain
(QS 4 – An Nisaa’ : 36)

4. Jangan sombong dan arogan
(QS 7 – Al A’raaf : 13)

5. Maafkanlah kesalahan orang lain
(QS 7 – Al A’raaf : 199)

6. Berbicaralah dengan nada halus
(QS 20 – Thaahaa : 44)

7. Rendahkanlah suaramu
(QS 31 - Luqman : 19)

8. Jangan mengejek orang lain
(QS 49 – Al Hujuraat : 11)

9. Berbaktilah pada orang tua
(QS 17 – Al Israa’ : 23)

10. Jangan mengeluarkan kata yang tidak menghormati orang tua
(QS 17 – Al Israa’ : 23)

11. Jangan memasuki kamar pribadi orang tua tanpa ijin
(QS 24 – An Nuur : 58)

12. Catatlah hutang-hutangmu (QS 2 – Al Baqarah : 282)*

*13. Jangan mengikuti orang secara membabi buta
(QS 2 – Al Baqarah : 170)

14. Berikanlah perpanjangan waktu bila orang yang berhutang kepadamu dalam kesulitan
(QS 2 – Al Baqarah : 280)

15. Jangan makan riba’/membungakan uang (QS 2 – Al Baqarah : 1)

16. Jangan melakukan penyuapan
(QS 2 – Al Baqarah : 188)

17. Jangan ingkar atau melanggar janji
(QS 2  Al Baqarah : 177)

18. Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu
(QS 2 – Al Baqarah : 283)

19. Jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan
(QS 2 – Al Baqarah : 42)

20. Berlakulah adil terhadap semua orang
(QS 4 – An Nisaa’ : 58)

21. Tegakkanlah keadilan dengan tegas
(QS 4 – An Nisaa’ : 135)

22. Harta yang meninggal harus dibagikan kepada anggota keluarga
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

23. Wanita memiliki hak waris
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

24. Jangan memakan harta para anak yatim
(QS 4 – An Nisaa’ : 10)

25. Lindungi anak yatim
(QS 2 – Al Baqarah : 220)

26. Jangan memboroskan harta dengan semena-mena
(QS 4 – An Nisaa’ : 29)

27. Damaikanlah orang yang berselisih
(QS 49 – Al Hujuraat : 9)

28. Hindari prasangka buruk
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

29. Jangan memata-matai atau memfitnah orang
(QS 2 – Al Baqarah : 283)

30. Jangan memata-matai atau memfitnah orang
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

31. Gunakan harta untuk kegiatan sosial
(QS 57 – Al Hadid : 7)

32. Biasakan memberi makan orang miskin
(QS 107 – Al Maa’uun : 3)

33. Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah
(QS 2 – Al Baqarah : 273)

34. Jangan menghabiskan uang untuk bermegah-megah
(QS 17 – Al Israa’ : 29)

35. Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu
(QS 2 – Al Baqarah : 264)

36. Hormatilah tamu anda
(QS 51 – Adz Dzaariyaat : 26)

37. Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri
(QS 2 – Al Baqarah : 44)

38. Jangan berbuat kerusakan di muka bumi
(QS 2 – Al Baqarah : 60)

39. Jangan menghalangi orang datang ke masjid
(QS 2 – Al Baqarah : 114)

40. Perangilah mereka yang memerangi mu
(QS 2 – Al Baqarah : 190)

41. Jagalah etika perang
(QS 2 – Al Baqarah : 191)

42. Jangan lari dari peperangan
(QS 8 – Al Anfaal : 15)

43. Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam)
(QS 2 – Al Baqarah : 256)

44. Berimanlah kepada para Nabi
(QS 2 – Al Baqarah : 285)

45. Jangan melakukan hubungan badan saat haid
(QS 2 – Al Baqarah : 222)

46. Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh
(QS 2 – Al Baqarah : 233)

47. Jauhilah hubungan badan diluar nikah
(QS 17 – Al Israa’ : 32)

48.Pilihlah pemimpin berdasarkan ilmu dan jasanya
(QS 2 – Al Baqarah : 247)

49. Jangan membebani orang di luar kesanggupannya
(QS 2 – Al Baqarah : 286)

50. Jangan mau dipecah belah
(QS 3 – Ali Imran : 103)

51. Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta ini
(QS 3 – Ali Imran 3 :191)

52. Lelaki maupun wanita mendapat imbalan yang sama sesuai perbuatannya
(QS 3 – Ali Imran : 195)

53. Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu
(QS 4 – An Nisaa’ : 23)

54. Keluarga harus di-imami oleh seorang laki-laki
(QS 4 – An Nisaa’ : 34)

55. Jangan pelit
(QS 4 – An Nisaa’ : 37)

56. Jangan iri hati
(QS 4 – An Nisaa’ : 54)

57. Jangan saling membunuh
(QS 4 – An Nisaa’ : 92)

58. Jangan membela ketidak jujuran atau kebohongan (QS 4 – An Nisaa’ : 105)*

*59. Jangan bekerja-sama dalam dosa dan kekerasan
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

60. Bekerja samalah dalam kebenaran
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

61. Mayoritas bukanlah merupakan kriteria kebenaran
(QS 6 – Al An’aam : 116)

62. Berlaku adil
(QS 5 – Al Maa-idah:8)

63. Berikan hukuman untuk setiap kejahatan
(QS 5 – Al Maa-idah : 38)

64. Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum
(QS 5 – Al Maa-idah : 63)

65. Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi
(QS 5 – Al Maa-idah : 3)

66. Hindari minum racun dan alkohol
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

67. Jangan berjudi
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

68. Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain
(QS 6 – Al An’aam : 108)

69. Jangan mengurangi timbangan untuk menipu
(QS 6 – Al An’aam : 152)

70. Makan dan minumlah secukupnya
(QS 7 – Al A’raaf : 31)

71. Kenakanlah pakaian yang bagus saat shalat
(QS 7 – Al A’raaf : 31)

*72. Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan
(QS 9 – At Taubah:6)

73. Jagalah kemurnian
(QS 9 – At Taubah : 108)

74. Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah
(QS 12 – Yusuf : 87)

75. Allah mengampuni orang yang berbuat dosa karena ketidak-tahuan
(QS 16 – An Nahl : 119)

76. Berseru kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana
(QS 16 – An Nahl : 125)

77. Tidak ada seorangpun yang menanggung dosa orang lain
(QS 17 – Al Israa’ : 15)

78. Jangan membunuh anak-anakmu karena takut akan kemiskinan
(QS 17 – Al Israa’ : 31)

79. Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengtahuan tentangnya
(QS 17 – Al Israa’ : 36)

80. Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat
(QS 23 – Al Mu’minuun : 3)

81. Jangan memasuki rumah orang lain tanpa ijin pemilik rumah
(QS 24 – An Nuur : 27)

82. Allah menjamin imbalan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah
(QS 24 – An Nuur : 55)

83. Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati
(QS 25 – Al Furqaan : 63)

84. Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan
(QS 28 – Al Qashash : 77)

85. Jangan menyembah Tuhan selain Allah
(QS 28 – Al Qashash:88)

86. Jangan terlibat dalam homosexualitas
(QS 29 – Al ‘Ankabuut : 29)

87. Berbuat baik dan cegahlah perbuatan munkar
(QS 31 - Luqman : 17)

88. Janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong
(QS 31 - Luqman : 18)

89. Wanita dilarang memamerkan diri
(QS 33 – Al Ahzab : 33)

90. Allah mengampuni semua dosa-dosa kita
(QS 39 – Az Zumar : 53)

91. Jangan berputus asa akan ampunan Allah
(QS 39 – Az Zumar : 53)

*92. Balaslah kejahatan dengan kebaikan
(QS 41 – Fushshilat : 34)

93. Selesaikan pesoalan dengan bermusyawarah
(QS 42 – Asy Syuura : 38)

94. Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa
(QS 49 – Al Hujuraat : 13)

95. Tidak ada dikenal biara dalam agama (Islam)
(QS 57 – Al Hadid : 27)

96. Allah akan meninggikan derajat mereka yang berilmu
(QS 58 – Al Mujaadilah : 11)

97. Perlakukan non-Muslim dengan baik dan adil
(QS 60 - Al Mumtahanah : 8)

98. Hindari diri dari kekikiran
(QS 64 – At Taghaabun : 16)

99. Mohon ampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(QS 73 – Al Muzzammil : 20)

100. Jangan menghardik orang yang meminta-minta
(QS 93 – Adh Dhuhaa : 10)

Share:

JANGAN ENGKAU MARAH

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ

🔖 Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, bahwa seseorang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, "Berwasiatlah kepadaku." Beliau bersabda, "Jangan engkau marah !" orang itu terus mengulanginya (meminta nasehat berkali-kali) kepada beliau, lalu Nabi menjawab, "Jangan engkau marah!"
📚 (HR. Al-Bukhari)

✏️ Faedah dan Pelajaran :

📙Di antara faedah dan pelajaran dalam hadits ini adalah :

1⃣ Semangat para sahabat untuk memperoleh hal yang bermanfaat, hal ini berdasarkan perkataan sahabat tadi, "Berwasiatlah kepadaku."

2⃣ Orang yang mengajak bicara hendaklah berbicara kepada lawan bicaranya dengan sesuatu yang sesuai dengannya. Ini adalah kaidah yang sangat penting. Mengapa Rasulullah tidak memberikan wasiat kepadanya agar bertakwa kepada Allah ? jawabnya, karena setiap manusia sebaiknya diajak berkomunikasi sesuai dengan keadaannya. Besar kemungkinan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tahu bahwa laki-laki tersebut suka marah, maka beliau pun memberinya wasiat seperti itu (yakni, agar ia tidak marah).

3⃣ Larangan marah, bedasarkan sabda beliau, "Jangan engkau marah," karena marah akan mengakibatkan munculnya keburukan yang banyak jika seseorang mengikuti keinginan untuk marah.

4⃣ Islam melarang berakhlak buruk, berdasarkan sabda beliau, "Jangan engkau marah." Larangan berakhlak buruk berarti perintah untuk sebaliknya, yaitu perintah berakhlak baik. Biasakan diri Anda untuk bersabar dan tidak marah.

📚 [Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Syarah al-Arba’in an-Nawawiyah, (e.i, 278-281)]

Share:
Copyright © 2018 Powered by SYUKROLUDIRO.CO. Diberdayakan oleh Blogger.

Promosikan Blog Anda!

Social

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.