Just Sharing Berbagi itu indah, berbagi tidak akan mengurangi tapi dengan berbagi akan menambah


KEUTAMAAN PUASA SUNNAH PADA HARI SENIN DAN KAMIS

Assalamualaikum wr wb

Puasa adalah amalan yang sangat Utama, diantara ganjaran puasa disebutkan dalam hadits berikut :

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَا لِهَا إلى سَبْعِمِا ئَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إلاَّ الصَّوْ مَ فَإنَّهُ لِى وَأنَا أجْزِ ى بِهِ يَدَعُ شَهْوَ تَهُ وَطَعَا مَهُ مِنْ أجْلِى رَبِّهِ، وَلَخُلُو فُ فِيْهِ أطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipat gandakan dengan sepuluh kebaikan semisal hingga tujuh ratus kali lipat,  Allah Ta'ala berfirman (yang Artinya),  "Kecuali amalan puasa,  Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku, Aku sendiri yang akan membalasnya, Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku, bagi orang yang berpuasa  akan mendapatkan dua kebahagiaan,  yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dg Rabb-Nya,  Sungguh bau mulut orang yg berpuasa lebih harum disisi Allah dari pada bau minyak kasturi"
(HR. Muslim no. 1151)

Adapun puasa Sunnah adalah amalan yang dapat melengkapi kekurangan amalan wajib, selain itu pula puasa sunnah dapat meningkatkan derajat seseorang menjadi Wali Allah yang terdepan (as saabiqunal muqorrobun)
(Lihat Al furqon baina awliyair rohman wa awliyaisy syaithon, syaikhul islam ibnu Taimiyah, hal.5, maktabah Ar Rusyd, cetakan kedua Th 1424H)

Lewat amalan sunnah inilah seseorang akan mudah mendapatkan Cinta Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Qudsi :

وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إلَيَّ بِا لنَّوَا فِلِ حَتَّى أُ حِبَّهُ، فَإذَاأحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُبِهِ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا،  وَإنْ سَأَلَنِى لأُ عْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُ عِيذَنَّهُ

"Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dgn amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya, jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya"
(HR iman Al-Bukhari no 2506)

● PUASA SENIN KAMIS

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :

تُعْرَضُ الاَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

"Berbagai amalan di hadapkan (pada Allah) pada hari n dan Kamis, maka aku suka jika amalanku di hadapkan sedangkan aku sedang berpuasa, ".
(HR. Tirmidzi no. 747, shahih di lihat dr jalur lainnya)

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau mengatakan :

رسولَ اللهِ _ صل الله عليه وسلم _ كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِ ثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِى

"Rasulullah shallallahu 'Alaihi wasallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis".
(HR. An Nasai No. 2360 dan Ibnu Majah No. 1739 shahih)

✏ Ustadz : Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى  (Rumaysho.com)
Pict : Ust. Idham Chalid Ruray

SEMOGA KITA BISA MENGAMALKANNYA

         ان شاء الله.. امين اللهم آمين
*Mari bangun shalat tahajud*

Wassalamualaikum wr wb

Share:

Pengorbanan Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salàm

Sudah dekat waktu hari raya Idhul Adha atau hari raya Qurban. Hal itu mengingatkan kepada kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan kesabaran Nabi Ismail, tatkala Allah Ta’ala mewahyukan kepada kekasihNya Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra tercinta,

📖 Allah Ta’ala berfirman,

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ اْلسَعْىَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّى أَرَى فِى اْلمَنَامِ أَنِّى أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِى إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ

*“Maka tatkala anak itu sampai (pada usia sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku sedang menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.* (QS. Ash Shaffat: 102)

➡ Dengan tanpa pikir panjang, kedua wali Allah Ta’ala ini segera melaksanakan perintah Allah Ta’ala, padahal nabi Ibrahim sangat mencintai nabi Ismail, anak satu-satunya yang dinantikan sekian waktu yang lama.

➡ Sungguh ini ujian yang sangat berat bagi nabi Ibrahim, yaitu menyembelih nabi Ismail dan menjadikannya sebagai kurban.

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (١٠٣

*103. Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).*

أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (١٠٤

*104. Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!*

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (١٠٥

*105. Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.*

إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ (١٠٦

*106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.*

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (١٠٧

*107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.* (QS. Ash Shaffat: 103-106).

☑ Inilah ujian yang sangat berat bagi nabi Ibrahim, namun beliau lulus dan mampu menjalankannya, sehingga beliau meraih kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah Ta’ala dan pantas bersandang gelar kehormatan sebagai Khalil Ar-Rahman (kekasih Ar-Rahman).

☑ Akhirnya, keselamatan dan kesejahteraah terlimpah kepada beliau, serta nama beliau akan senantiasa harum dan dikenang oleh umat-umat setelahnya. Bahkan kemudian beliau diberikan rizki tambahan anak yang bernama Ishaq dari istri beliau Sarah.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ (١٠٨

*108. Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang- orang yang datang kemudian,*

سَلامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (١٠٩

*109. “Selamat sejahtera bagi Ibrahim.”*

كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (١١٠

*110. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.*

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (١١١

*111. Sungguh, dia termasuk hamba- hamba Kami yang beriman.*

وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ (١١٢

*112. Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.*(QS. Ash Shaffat: 108-112).

Share:

SIFAT SEORANG MUNAFIK DI DALAM SHOLATNYA


بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Saudaraku Muslimin…

Sebagaimana diketahui bahwa kaum munafik diancam oleh Allah dengan mendapat siksa di dalam Neraka Jahannam!

{وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ}
[التوبة: 68]

“ *Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam*.
*Mereka kekal di dalamnya*. *Cukuplah Neraka itu bagi mereka;  dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal*.”
[QS. At Taubah: 68]

➡ Salah satu penyebabnya adalah sikap mereka yang sangat buruk di dalam perihal shalat.

Saudaraku seiman…

Di bawah ini sifat buruk kaum munafik terhadap shalatnya:

1. *Kaum munafik merasa berat dalam mengerjakan shalat*.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى الْمُنَافِقِينَ مِنَ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ » .

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak ada shalat yang paling berat atas kaum munafik dari shalat Shubuh dan Isya’.”
📚 [HR. Bukhari dan Muslim]

2. *Kaum munafik tidak menghadiri shalat berjamaah*

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ : وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلاَّ مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ.

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Sungguh aku telah melihat kami (yaitu para shahabat Radhiyallahu ‘anhum), tidak ada yang absen darinya (shalat berjamaah), kecuali seorang munafik yang dikenal kemunafikannya.”
📚 [HR. Muslim]

عَنْ أَبِى عُمَيْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ عُمَومَةٍ لَهُ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « لاَ يَشْهَدُهُمَا مُنَافِقٌ ». يَعْنِى صَلاَةَ الصُّبْحِ وَالْعِشَاءِ. قَالَ أَبُو بِشْرٍ يَعْنِى لاَ يُوَاظِبُ عَلَيْهِمَا.

“Abu Umair bin Anas meriwayatkan dari pamannya yang mempunyai pershahabatan dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam,
ia meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak menghadiri kedua (shalat shubuh dan isya secara berjamaah) nya seorang munafik.”

Maksudnya adalah shalat shubuh dan shalay Isya’,

berkata Abu Bisyr: maksudnya adalah tidak selalu menghadiri kedua shalat itu.

3. *Kaum munafik mengakhirkan shalat ashar sehingga matahari mau terbenam*

4. *Kaum munfaik shalatnya terlalu cepat, tidak thuma’ninah seperti burung memakan makanannya*

5. *Kaum munafik tidak mengingat Allah di dalam shalatnya kecuali sedikit*

عَنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِ يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَىِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا لاَ يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلاَّ قَلِيلاً ».

“Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Itu adalah shalatnya seorang munafik, ia duduk menunggu matahari, sehingga jika matahari tersebut terletak antar dua tanduk setan (mau terbenam), maka ia bangun  (shalat) ia shalat dengan cepat sebanyak empat rakaat, tidak menyebut-mengingat Allah di dalamnya kecuali sedikit sekali.”
📚 [HR. Muslim]

6. *Kaum munafik malas ketika mendirikan shalat*

7. *Kaum munafik Riya’ di dalam shalatnya*

{ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا} [النساء: 142]

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.
Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia.
Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”
[QS. An NIsa’: 142]

{وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ}
[التوبة: 54]

“Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas.
Mereka bermaksud Riya (dengan salat) di hadapan manusia.
Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”
[Q.S:At-Taubah 54]

Share:

KEUTAMAAN BERKURBAN

1. Berqurban adalah perintah Allah Azza wa jalla

Allah berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

"Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr)." [ QS. Al Kautsar: 2 ]

Allah juga berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

"Katakanlah: sesungguhnya shalatku, nusuk-ku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam." [ QS. Al An’am: 162 ]

Di antara tafsiran an nusuk adalah sembelihan, sebagaimana pendapat Ibnu 'Abbas, Sa'id bin Jubair, Mujahid dan Ibnu Qutaibah. Az Zajaj mengatakan bahwa bahwa makna an nusuk adalah segala sesuatu yang mendekatkan diri pada Allah 'azza wa jalla, namun umumnya digunakan untuk sembelihan. 📚 [ Lihat Zaadul Masiir, 2/446 ]

2. Berkurban adalah perintah Rasulullah shallahu alaihi wasallam

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِيْ كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّة

'Wahai sekalian manusia, sesungguhnya atas setiap keluarga untuk melaksanakan kurban setiap tahun. [ Sunan Ibnu Majah [no. 2533 ]

3. Nabi mengancam orang yang meninggalkan kurban padahal dia mampu melakukannya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا.

"Barangsiapa memiliki kemampuan (harta) dan tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami." [Shahih Sunan Ibni Majah, no. 2532 ]

4. Berkurban dilakukan  para sahabat

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu beliau mengatakan :

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِى الْبَقَرَةِ سَبْعَةً وَفِى الْبَعِيرِ عَشَرَةً

"Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang  [ HR. Tirmidzi no. 905,  dishahihkan al-Albani dalam al-Miskat ]

5. Hari berkurban adalah seagung-agungnya Hari di sisi Allah

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ.

“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari tasyriq). [ HR. Al-Baihaqi ]

6. Berkurban adalah ajaran Rasul dan para sahabatnya, bahkan ajaran para Nabi dan umat-umat sebelumnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari’atkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut Nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka…" [Al-Hajj: 34]

Jadi, mari kita berkurban!

Share:

Sabar

Assalamu'alaikum Wr. Wb 

Seorang muslim harus memiliki ahlak kenabian, yaitu akhlakul karimah. Selama kita tidak mempunyai budi pekerti yang baik, maka belumlah dikatakan beriman. Salah satu dari sekian banyak akhlakul karimah adalah sabar. Karena sabar adalah ciri orang yang mukmin.

Sabar merupakan kekuatan dan daya positif yang mendorong jiwa untuk menunaikan kewajiban. Di samping itu, sabar adalah suatu kekuatan yang mampu menghalangi seseorang dalam melakukan kemaksiatan.

Rasulullah saw. bersabda, Sabar adalah cahaya, artinya bahwa kesabaran itu merupakan hidayah yang datang dari Allah. Yakni sebuah penerang yang membimbing seseorang untuk dapat mengenal Allah S.W.T dan rasulNya, serta mengetahui maupun mengamalkan ajaran-ajaranNya, perintah-perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. 

Oleh karena itu seseorang yang tetap tegak bertahan sehingga dapat menundukan dorongan hawa nafsu secara terus menerus, maka ia termasuk orang yang sabar.

Sayidina Ali bin Abu Thaiib pernah berpesan, Seseorang tidak boleh takut kecuali kepada dosanya, tidak boleh berharap kecuali kepada Tuhannya. Jika belajar tidak boleh malu seandainya ia tidak tahu. Tidak boleh malu menyatakan aku tidak bisa. 

Dan ketahuilah bahwa sabar dalam menghadapi segala masalah seperti kepala di badan, lalu jika kepala itu terlepas dari badannya, maka rusaklah badan tersebut. Demikian juga jika sabar lepas dari suatu urusan, maka rusaklah urusan itu.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan saudara-saudara yang dirahmati Allah.
Untuk mengukur sejauh mana kadar keimanan dan kesabaran seseorang, maka Allah lalu melimpahkan suatu ujian. Hanya saja ujian tersebut ada yang ringan dan ada yang berat.

Ujian atau cobaan itu adakalanya berupa kenikmatan, misalnya harta benda, jabatan dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk yang tidak menyenangkan, seperti musibah dan penderitaan. Terhadap ujian itu, baik yang mengandung kenikmatan atau musibah, maka sifat sabar adalah sesuatu yang dapat menjadikan penawar. 

Sabar akan memancarkan sinar yang memelihara seseorang sehingga ia tidak jatuh kepada kekufuran. Sebab banyak kasus, orang yang ditimpa musibah kemudian imannya menjadi lemah lalu kufur (murtad). Karena itulah, sebagai seorang muslim kita wajib meneguhkan hati dalam menghadapi cobaan dari Allah. Marilah kita hadapi semua itu dengan tenang dan sabar. 

Dalam masalah ini, menyadari bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Rahman akan dapat menumbuhkan sifat sabar di dalam hati. Tanamkan suatu keyakinan bahwa Allah yang memberi ujian kepada kita dan Allah juga yang memberi Rahmat. 

Setiap kesulitan dan cobaan hidup, apapun bentuknya, adalah datang dari Allah. Sekali-kali manusia tidak dapat menolak dan tidak pula dapat memaksa agar Allah memberi rahmatNya.

Para hadirin rahimakumullah.
Dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa Allah berfirman:
قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا 
Artinya:
       Katakanlah: Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu? Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. (Al-Ahzab ayat 17)

Orang yang mampu belajar dalam menghadapi ujian atau cobaan, maka derajat kemuliaanya akan ditinggikan oleh Allah. Sabar yang dimaksudkan ialah bertahan pada iman dan tidak mengeluh dalam merasakan cobaan yang tidak menyenangkan itu.

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat bernama Khabab sedang menghadapi cobaan. Ia mendatangi Rasulullah, yang ketika itu duduk bersandar surban di bawah naungan Ka'bah. Kepada Rasulullah. Khabab mengeluh dan menceritakan tentang hidupnya yang selalu menderita. Bertubi-tubi musibah telah menimpanya.

Katanya kepada Rasulullah, Wahai Rasul, doakanlah agar Allah menolong kami sehingga kami terlepas dari ujian hidup!
Rasulullah menjawab, Perlu engkau ketahui wahai Khabab, bahwa dijaman dahulu, yaitu jamannya umat sebelum kita, terkadang mereka disiksa dengan cara tubuhnya ditanam di dalam liang atau dibelah dengan gergaji. Meskipun demikian, mereka tetap memegang teguh agamanya dan tidak merubah pendiriannya sedikitpun.

Rasulullah saw. kemudian mengemukakan firman Allah:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Artinya:
       Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. 

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah Ayat: 155 - 157)

Jika cobaan atau ujian hidup dihadapi dengan sabar, ikhlas, tidak berkeluh kesah, tetapi berikhtiar mencari jalan pemecahannya secara baik, maka Allah pasti memudahkan bagi kita dalam urusan ini. Disamping dapat memcahkan masalah yang kita hadapi, tentu Allah akan memudahkan bagi kita terhadap masalah hisab. 

Allah akan memberi pahala, memberkati kehidupan sehingga timbangan amal pahala kita lebih berat dibanding dengan dosa kita. Jadi jika seseorang itu mampu menghadapi ujian dengan sabar dan ikhlas, maka ia termasuk orang yang tulus dalam menempuh ujian itu. Jika tidak sabar, berarti ia gagal dan masuk dalam golongan orang yang berputus asa.

Para hadirin rahimakumullah,
Banyak orang beranggapan bahwa kesabaran itu berarti merendahkan diri dan menyerahkan kepada keadaan begitu saja. Kesabaran berarti membiarkan diri hanyut dalam kondisi atau menghentikan usaha tanpa berusaha mencari jalan keluarnya, tanpa mau memperbaiki dan melakukan usaha.

Sebenarnya anggapan seperti itu tidaklah benar. Sabar yang dimaksud oleh agama adalah Ikhlas dalam menghadapi cobaan atau ujian dengan cara baik, berusaha mencari jalan keluar yaitu ihktiar, dan tetap bertahan untuk teguh dalam iman serta tidak berkurang amal shalih yang dijalankan.

Demikianlah akhlakul karimah berupa kesabaran yang harus kita tanamkan dalam jiwa ini. Agar kita melatihnya setiap saat dalam pergaulan sehari-hari. Jika kita menjadi orang yang sabar, Insya Allah akan disukai orang lain di tengah-tengah masyarakat.

Share:

Inilah Mengapa Allah Menikahkanmu Dengannya


*Mungkin suamimu* tak pandai berkata
Apalagi merayu dengan romantisme karya sastra
Tapi mungkin dengan cara itulah Allah menjaga lisannya
Menjauhkan dari fitnah dunia yang tak halal baginya

Mungkin suamimu tak pandai berkata
Tapi heningnya menahan kita banyak bicara
Memutuskan rantai kalimat sanggahan yang lahirkan perkara
Sehingga keseimbangan lebih terjaga

Andai saja Allah ciptakan sebaliknya
Mungkin rumahmu bagai arena tarung laga
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

*Mungkin istrimu* tak berparas mempesona
Apalagi secantik selebritis di layar kaca
Tapi mungkin lisannya selalu berucap kata mutiara
Yang terpancar dari jiwa yang terjaga

Mungkin istrimu tak berparas mempesona
Tapi mungkin baktinya selalu membuatmu rindu padanya
Sehingga hatimu terpuaskan hanya untuknya
Mungkin dengan cara itu pula Allah menjaganya

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin hatimu tak tenang saat jauh darinya
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya.

*Mungkin suamimu* bukanlah saudagar kaya
Yang membawa pulang limpahan laba hasil usaha
Namun meskipun besarannya begitu sederhana
Mungkin ia selalu menjaga kehalalan apa yang dibawa

Mungkin suamimu bukanlah pejabat yang bertahta
Yang dihormati dan dipuja bawahannya
Tapi mungkin dibalik kedudukannya yang biasa
Ia mampu menjadi imam bagi keluarga

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin belum tentu ia memiliki derajat taqwa
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

*Mungkin Istrimu* bukanlah koki istimewa
Yang masakannya selezat pujasera
Tapi mungkin ia pandai mendidik buah hatinya
Memahat pribadi berkarakter mulia

Mungkin istrimu bukan koki istimewa
Yang terkadang masakannya itu-itu saja
Tapi mungkin ia pandai mengatur alokasi harta
Sehingga pemberianmu tak terhambur percuma

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin kecintaanmu akan terlalu berlebih padanya
Melebihi cintamu pada Allah pemberi karunia
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

*Percayalah....*
Selalu ada kebaikan dalam setiap ketetapan Allah sang Sutradara
Maka temukanlah sebanyak-banyaknya rahasia dibaliknya
Agar engkau mengerti kenapa Allah menikahkanmu dengannya
Jikalau engkau masih sulit menemukan jawabannya
Gantilah kaca matamu dengan kacamata syukur atas segala karunia

*_Adalah_* hakmu jika engkau berharap Khadijahmu lebih sempurna
Asalkan engkau siap membimbingnya dengan menjadi Muhammad baginya.

Tulisan dari Ustadzah Kiki Barkiah.

Share:

Inilah Mengapa Allah Menikahkanmu Dengannya


*Mungkin suamimu* tak pandai berkata
Apalagi merayu dengan romantisme karya sastra
Tapi mungkin dengan cara itulah Allah menjaga lisannya
Menjauhkan dari fitnah dunia yang tak halal baginya

Mungkin suamimu tak pandai berkata
Tapi heningnya menahan kita banyak bicara
Memutuskan rantai kalimat sanggahan yang lahirkan perkara
Sehingga keseimbangan lebih terjaga

Andai saja Allah ciptakan sebaliknya
Mungkin rumahmu bagai arena tarung laga
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

*Mungkin istrimu* tak berparas mempesona
Apalagi secantik selebritis di layar kaca
Tapi mungkin lisannya selalu berucap kata mutiara
Yang terpancar dari jiwa yang terjaga

Mungkin istrimu tak berparas mempesona
Tapi mungkin baktinya selalu membuatmu rindu padanya
Sehingga hatimu terpuaskan hanya untuknya
Mungkin dengan cara itu pula Allah menjaganya

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin hatimu tak tenang saat jauh darinya
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya.

*Mungkin suamimu* bukanlah saudagar kaya
Yang membawa pulang limpahan laba hasil usaha
Namun meskipun besarannya begitu sederhana
Mungkin ia selalu menjaga kehalalan apa yang dibawa

Mungkin suamimu bukanlah pejabat yang bertahta
Yang dihormati dan dipuja bawahannya
Tapi mungkin dibalik kedudukannya yang biasa
Ia mampu menjadi imam bagi keluarga

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin belum tentu ia memiliki derajat taqwa
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

*Mungkin Istrimu* bukanlah koki istimewa
Yang masakannya selezat pujasera
Tapi mungkin ia pandai mendidik buah hatinya
Memahat pribadi berkarakter mulia

Mungkin istrimu bukan koki istimewa
Yang terkadang masakannya itu-itu saja
Tapi mungkin ia pandai mengatur alokasi harta
Sehingga pemberianmu tak terhambur percuma

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin kecintaanmu akan terlalu berlebih padanya
Melebihi cintamu pada Allah pemberi karunia
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

*Percayalah....*
Selalu ada kebaikan dalam setiap ketetapan Allah sang Sutradara
Maka temukanlah sebanyak-banyaknya rahasia dibaliknya
Agar engkau mengerti kenapa Allah menikahkanmu dengannya
Jikalau engkau masih sulit menemukan jawabannya
Gantilah kaca matamu dengan kacamata syukur atas segala karunia

*_Adalah_* hakmu jika engkau berharap Khadijahmu lebih sempurna
Asalkan engkau siap membimbingnya dengan menjadi Muhammad baginya.

Tulisan dari Ustadzah Kiki Barkiah.

Share:

Inilah Mengapa Allah Menikahkanmu Dengannya


*Mungkin suamimu* tak pandai berkata
Apalagi merayu dengan romantisme karya sastra
Tapi mungkin dengan cara itulah Allah menjaga lisannya
Menjauhkan dari fitnah dunia yang tak halal baginya

Mungkin suamimu tak pandai berkata
Tapi heningnya menahan kita banyak bicara
Memutuskan rantai kalimat sanggahan yang lahirkan perkara
Sehingga keseimbangan lebih terjaga

Andai saja Allah ciptakan sebaliknya
Mungkin rumahmu bagai arena tarung laga
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

*Mungkin istrimu* tak berparas mempesona
Apalagi secantik selebritis di layar kaca
Tapi mungkin lisannya selalu berucap kata mutiara
Yang terpancar dari jiwa yang terjaga

Mungkin istrimu tak berparas mempesona
Tapi mungkin baktinya selalu membuatmu rindu padanya
Sehingga hatimu terpuaskan hanya untuknya
Mungkin dengan cara itu pula Allah menjaganya

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin hatimu tak tenang saat jauh darinya
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya.

*Mungkin suamimu* bukanlah saudagar kaya
Yang membawa pulang limpahan laba hasil usaha
Namun meskipun besarannya begitu sederhana
Mungkin ia selalu menjaga kehalalan apa yang dibawa

Mungkin suamimu bukanlah pejabat yang bertahta
Yang dihormati dan dipuja bawahannya
Tapi mungkin dibalik kedudukannya yang biasa
Ia mampu menjadi imam bagi keluarga

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin belum tentu ia memiliki derajat taqwa
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

*Mungkin Istrimu* bukanlah koki istimewa
Yang masakannya selezat pujasera
Tapi mungkin ia pandai mendidik buah hatinya
Memahat pribadi berkarakter mulia

Mungkin istrimu bukan koki istimewa
Yang terkadang masakannya itu-itu saja
Tapi mungkin ia pandai mengatur alokasi harta
Sehingga pemberianmu tak terhambur percuma

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin kecintaanmu akan terlalu berlebih padanya
Melebihi cintamu pada Allah pemberi karunia
Ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

*Percayalah....*
Selalu ada kebaikan dalam setiap ketetapan Allah sang Sutradara
Maka temukanlah sebanyak-banyaknya rahasia dibaliknya
Agar engkau mengerti kenapa Allah menikahkanmu dengannya
Jikalau engkau masih sulit menemukan jawabannya
Gantilah kaca matamu dengan kacamata syukur atas segala karunia

*_Adalah_* hakmu jika engkau berharap Khadijahmu lebih sempurna
Asalkan engkau siap membimbingnya dengan menjadi Muhammad baginya.

Tulisan dari Ustadzah Kiki Barkiah.

Share:
Copyright © 2018 Powered by SYUKROLUDIRO.CO. Diberdayakan oleh Blogger.

Promosikan Blog Anda!

Social

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.