❄☔❄☔❄☔❄☔❄☔❄☔
Nak, ....
Pasanganmu bukan bidadari, bukan pula malaikat. Dia orang yang tiba-tiba datang dalam hidupmu, tanpa kau tahu bagaimana dan di mana dia dibesarkan, dengan nilai budaya seperti apa, kau pun tak tahu. Dan meski kau tahu semua itu, pasti tak kan pernah pernah sepenuhnya kau ketahui kekurangan dan kelebihannya. Yang pasti, kekurangan itu sebuah keniscayaan.
Meski kau memilihnya karena agama, bukan semata karena fisiknya, keturunannya atau hartanya. Yang sempurna itu agamanya, Al Islam, tapi pasanganmu senantiasa dalam proses menjalankan agama, pasti ada ketidaksempurnaan.
Mungkin ada perangainya yang tidak kau suka, atau kebiasaan buruknya, gayanya, tutur katanya, fikrohnya atau bahasa tubuhnya yang tidak kau suka,.... mawaddahkan hatimu dengannya. Seorang sholih mengatakan "Kesempurnaan cinta itu, ketika seseorang mampu MENERIMA pasangannya DENGAN SEMPURNA atas KETIDAKSEMPURNAANNYA. Jadi, yang harus sempurna itu CARA MENERIMA pasangannya, bukan apa yang ada pada pasangannya.
Seperti beda kerikil dengan batu. Jika kau dilempari kerikil dan kau tidak dalam posisi siap menerimanya, maka kerikil itu akan jadi sumber masalah bagimu, bisa jadi matamu, kepalamu, jidatmu, akan dibuat benjol karenanya. Tapi sebaliknya, jika sebuah batu dilemparkan ke arahmu, tapi posisimu dalam keadaan siap menerimanya, kau akan menangkapnya dengan sempurna, dan batu itu tidak akan menimbulkan masalah apapun, meski kau akan merasakan batu itu lebih berat dari kerikil."
Istrimu bukan bidadari, suamimu bukan malaikat.
Kalian pasti punya kekurangan. Itulah makanya Allah berwasiat dalam Annisaa ayat 19. Karena Allah tahu kekurangan itu niscaya.
Kuncinya,... bersabar.. terus berjuang dalam mawaddah dan rahmah agar kekurangan itu tetap membuatmu sakinah.
Bersungguh-sungguhlah untuk melengkapi kekurangan itu, menyempurnakannya, mengubahnya hingga kalian tetap sakinah, meski ada yang tidak sempurna.
Sebuah ungkapan yang salah kaprah, ketika seseorang menuntut pasangan untuk mengerti , "TERIMA SAYA APA ADANYA"
Jangan,..... sekali-kali jangan katakan itu pada pasanganmu. Kalimat itu hanya akan menjadi dalil kemalasanmu untuk berubah menjadi lebih baik, dan menuntut pasanganmu untuk pasrah menyerah dengan kekuranganmu. Tapi katakanlah; SAYA HARUS LEBIH BAIK, dan TERIMA DIA APA ADANYA.
Seandainya kalimat ini difahami oleh masing-masing, maka yang akan terjadi adalah; masing-masing akan memperbaiki diri dan tidak menuntut pasangannya untuk menjadi lebih baik lagi. Jika keduanya seperti itu, irama yang akan muncul dalam rumah tanggamu adalah harmoni untuk fastabiqul khoirot dalam membahagiakan pasangannya, dan bukan irama kekesalan atas ketidaksempurnaan pasangannya.
Apapun kekurangan pasanganmu, sesungguhnya dia memiliki KELEBIHAN YANG TIDAK DIMILIKI OLEH LAKI-LAKI / WANITA manapun di dunia, yaitu.... bahwa DIA MAU MENIKAH DENGANMU, itulah kelebihan dia yang ALLAH anugerahkan bagimu.
Nenekmu bilang, jangan tuntut dia memberimu 10, jika kau belum mampu mampu memberinya 11.
Dengan begitu semoga kalian kelak menjadi bidadari-bidadari surga di surgaNYa.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
semoga bermanfaat.