Just Sharing Berbagi itu indah, berbagi tidak akan mengurangi tapi dengan berbagi akan menambah


SALAM KEPADA NON MUSLIM

*SERI FIQH TA'AMUL*
*(Fikih bergaul)*

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

لاَ تَبْدَؤُوا اليَهُودَ والنَّصَارَى بالسَّلاَمِ، وإذا لَقِيتُمُوهُمْ في طَرِيقٍ فَاضْطَرُّوهُمْ إلى أضْيَقِهِ

_Janganlah memulai salam kepada Yahudi dan Nasrani, dan jika kalian bertemu mereka di jalan maka desaklah mereka ke jalan yang paling sempit. (Maknanya, tidak memuliakan mereka, pent.)._
  [HR Muslim]

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُوْلُوا وَعَلَيْكُمْ

_“Jika ahlul kitab mengucapkan salam kepada kalian maka balaslah dengan berucap wa alaikum.”_
(Muttafaqun alaihi)

▶ *AHLUL KITAB adalah* _Yahudi dan Nashara, dan hukum non muslim selain keduanya adalah seperti Yahudi dan Nashara dalam permasalahan menjawab salam non muslim._

❌ Maka secara mutlak, *seorang muslim tidak memulai salam kepada non muslim,*
dan manakala non muslim memulai salam maka *wajib bagi muslim menjawabnya dengan ucapan “wa alaikum”,* mengikuti perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

✅ Dan tidak mengapa, setelah itu non muslim ditanya
*“bagaimana kabarmu”,*
*“bagaimana keadaan anak-anakmu”,* sebagaimana sejumlah ulama membolehkannya.

Terlebih lagi jika ada maslahah dakwah Islam, seperti *upaya mengajak non muslim itu untuk memeluk Islam dan berlemah lembut padanya agar non muslim itu menerima dakwah Islam dan mendengarkan isi dakwahnya.*

Hal ini berdasarkan firman Allah:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

_“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”_
  (QS an-Nahl: 125)

وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ

_“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka.”_
(QS al-Ankabut: 46)

✏ Diringkas oleh Abu Hasan Arif dari Majmu Fatawa Syaikh Abdul Aziz bin Baz, jilid 5 hal 406, cet 1413 H/1992 M.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

semoga bermanfaat.

Copyright © 2018 Powered by SYUKROLUDIRO.CO. Diberdayakan oleh Blogger.

Promosikan Blog Anda!

Social

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.