Just Sharing Berbagi itu indah, berbagi tidak akan mengurangi tapi dengan berbagi akan menambah


LAILATUL QADAR Untuk WANITA HAID

Kenapa muslimah yang lagi masuk 'redzone'
1. Pada sedih takut gak dapet lailatul qadar di 10 hari terakhir?
2. Motivasi baca Quran turun drastis, atau kadang memilih tak tilawah sama sekali?

Karena PAKULINAN. Padahal hukumnya jelas sejelas matahari siang. Ya begitulah, soal 'rasa' kadang lebih mendominasi dalam beramal dari pada soal hukum aslinya.

Begini hukumnya:
�� LAILATUL QADAR Untuk WANITA HAID

Untuk wanita haid yang ingin medapatkan malam lailatul qadar. Wanita haid bisa melakukan banyak ibadah selain shalat.

Juwaibir mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh-Dhahak,
_“Bagaimana pendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur; apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?”_

Adh-Dhahak pun menjawab, _“Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. *Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian lailatul qadar.”*_ (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 341)

Keterangan ini menunjukkan bahwa wanita haid, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Hanya saja, wanita haid dan nifas tidak boleh melaksanakan shalat. Untuk bisa mendapatkan banyak pahala ketika lailatul qadar, wanita haid atau nifas masih memiliki banyak kesempatan ibadah.

Di antara bentuk ibadah yang bisa dilakukan adalah:

�� Membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf. Yang dilarang adalah menyentuh mushaf. Sepanjang yg dibaca bukan mushaf (quran ada terjemahan, android, dll) ya ndak papa. Tentang hal ini secara lebih lengkap sila baca di https://muslimah.or.id/6153-solusi-bagi-wanita-haidh-supaya-bisa-membaca-al-quran.html
�� Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih _(subhanallah),_ tahlil _(la ilaha illallah),_ tahmid _(alhamdulillah),_ dan zikir lainnya.
�� Memperbanyak istigfar.
�� Memperbanyak doa.
❄ Membaca zikir ketika lailatul qadar, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat dari Aisyah radhiallahu ‘anha,
_“Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang itu merupakan lailatul qadar, apa yang aku ucapkan?’_
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, _“Ucapkanlah,_

‘اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي’

_(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.)'”
____________
(Hadis sahih; diriwayatkan At-Turmudzi dan Ibnu majah)

Dalam Fatwa Islam Tanya-Jawab dijelaskan,
_*“Wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah, kecuali shalat, puasa, tawaf di ka’bah, dan i’tikaf di masjid.*_

�� *Menghidupkan lailatul qadar tidak hanya dengan shalat, namun mencakup semua bentuk ibadah.*

☘ Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, ‘Makna ‘menghidupkan malam lailatul qadar’ adalah begadang di malam tersebut dengan melakukan ketaatan.’

�� An-Nawawi mengatakan, “Makna ‘menghidupkan lailatul qadar’ adalah menghabiskan waktu malam tersebut dengan bergadang untuk shalat dan amal ibadah lainnya.'”

�� *Kesimpulan:*
Meskipun wanita berhalangan, mereka masih mampu untuk mendapatkan malam lailatul qadar.

Fr: Ustadz Ammi Nur Baits

Sumber: https://konsultasisyariah.com, dengan sedikit tambahan.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

semoga bermanfaat.

Copyright © 2018 Powered by SYUKROLUDIRO.CO. Diberdayakan oleh Blogger.

Promosikan Blog Anda!

Social

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.