# MARHABAN YAA ROMADHON.. #
Nabi saw bersabda:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعُ وَالْعَطْشُ
BETAPA BANYAK ORANG YANG BERPUASA, TETAPI IA TIDAK MENDAPATKAN APA APA DARI PUASANYA, KECUALI LAPAR DAN DAHAGA.
Dalam hadits di atas Rosululloh Saw, mewanti wanti kepada ummatnya, agar puasanya tidak sia sia karena tidak biasa mengendalikan anggota tubuhnya dari perbuatan MAKSIAT.
Imam Al Ghozali menerangkan dalam kitab bidayahnya, bahwa puasa yang sempurna adalah DENGAN MENCEGAH ANGGOTA TUBUH DARI PERBUATAN DOSA YANG DI BENCI OLEH ALLOH SWT.
Maka puasa yang sempurna di lakukan dengan 4 perkara:
1. Patutlah engkau menjaga mata dari pandangan kepada yang di HARAMKAN. Dan kepada sesuatu yang melalaikan HATI dari dzikrulloh.
NABI SAW BERSABDA:
النظر سهم من سهام إبليس لعنه الله فمن تركه خوفا من الله عز وجل اتاه الله إيمانا يجد حلاوته فى قلبى.
" pandangan terlarang adalah salah satu panah beracun dari iblis yang di laknat oleh Alloh. Maka siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Alloh SWT, iapun di beri Alloh IMAN yang di rasakan kemanisannya di dalam hatinya.
2. MENJAGA LISAN DARI PERKATAAN YANG TIDAK BERGUNA.
Nabi saw bersabda:
من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة أن يدع طعامه وشرابه
Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan pengamalannya, maka Alloh tidak mempunyai keperluan agar ia meninggalkan makan dan minumnya.
3. MENJAGA TELINGA DARI MENDENGARKAN APA YANG DI HARAMKAN ALLOH SWT.
Nabi saw bersabda:
"PENGGUNJING DAN PENDENGARAN SAMA SAMA BERDOSA"
demikian juga engkau menjaga semua anggota tubuh dari perbuatan tercela, sebagaimana engkau mencegah perut dan kemaluan dari melampiaskan SYAHWATNYA.
Disebutkan dalam kabar yang di riwayatkan oleh JABIR dari ANAS dari Rosululloh Saw, bahwa beliau bersabda:
خمس يفطرن الصائم الكذب والغيبة والنميمة واليمين الكاذبة والنظر بشهوة.
Lima perkara yang membatalkan puasa(pahala puasa), yaitu:
1. Berkata dusta
2. Ghibah ( membicarakan orang lain/ rasan rasan kata bahasa jawa)
3. Adu domba
4. Sumpah palsu
5 pandangan dengan syahwat.
(Perkataan MEMBATALKAN PUASA dalam hadits di atas, menurut madzhab Sayyidah Aisyah dan Imam Ahmad adalah batal seluruhnya. Menurut madzhab Asy Syafi'i dan para sahabatnya, hanya membatalkan pahala puasa, bukan puasa itu sendiri.
Nabi saw bersabda:
انما الصوم الجنة فإذا كان أحدكم صائما فلا يرفث ولايفسق ولاتجهل. فإن امرؤ قاتله او شاتمه فليقل انى صائم
Sesungguhnya puasa itu perisai, maka apabila salah seorang diantara kamu berpuasa, janganlah berkata keji dan jangan melakukan perbuatan perbuatan terlarang( FASIK), dan jangan pula berlagak bodoh(sudah tau maksiat membatalkan pahala puasa masih saja di kerjakan).
Jika salah seorang di antara kamu mengajak berkelahi atau memaki, maka hendaklah ia mengatakan "AKU BERPUASA".
Yakni katakan dalam hati bilamana puasa sunnah dan kata dengan lisan dan hati bilamana puasa ROMADHON.
Demikian di katakan oleh Al Azizi.
Kemudian BERIJTIHADlah untuk berbuka dengan makanan halal. Tidak ada artinya berpuasa, yakni menahan diri dari makanan halal, bila ia berbuka dengan makanan haram.
Perbuatan itu seperti orang yang membangun istana dan merobohkan negara.
4. JANGANLAH MEMPERBANYAK MAKANAN SEHINGGA ENGKAU MENAMBAH MAKANAN SELAIN WAKTU PUASA.
Maka tiada bedanya bagimu antara berbuka dan berpuasa bila engkau penuhi makanan yang biasa engkau makan di waktu siang, engkau makan di waktu malam sekaligus.
Sesungguhnya yang di maksud puasa adalah MEMATAHKAN SYAHWATMU DAN MELEMAHKAN KEKUATANMU UNTUK MELAKUKAN MAKSIAT SUPAYA ENGKAU MENJADI KUAT UNTUK BERTAQWA.
Apabila engkau makan di waktu petang untuk menebus ketinggalan makananmu dari pagi hingga malam, maka TIADA FAIDAH DALAM PUASAMU.
Para ulama berkata:
Barang siapa yang sempurna laparnya di bulan ROMADHON, iapun terlindungi dari setan hingga ROMADHON berikutnya, karena puasa adalah perisai pada tubuh orang yang berpuasa, selama tidak di rusak dengan prilaku KEMAKSIATAN apapun, apabila rusak, maka masukklah setan dari kerusakan itu.
MUDAH MUDAHAN KITA SEMUA BISA MENYEMPURNAKAN PUASA ROMADHON YANG AKAN DATANG...
karena Nabi saw bersabda:
قال الله تعالى كل حسنة بعشر أمثالها الى سبع مائة ضعف إلا الصوم فإنه لى وانا اجزى به
ALLOH TA'ALA BERKALAM:
SETIAP KEBAIKAN MENDAPATKAN PAHALA SEPULUH KALI LIPAT HINGGA 700 KALI, KECUALI PUASA, KARENA PUASA ADALAH UNTUK-KU DAN AKU YANG MEMBALASNYA.
(Al Hadits Qudsi)
WALLAHU A'LAM







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
semoga bermanfaat.