▪Tugas kita hanya menyampaikan bukan memaksa untuk dilaksanakan..
▪Mendidik adalah bagian dari pengantar jalan hidayah..
Allah ta’ala berfirman,
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
🍂 “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki,
dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”
(QS Al-Qashash: 56)
▪Perlu proses dan waktu panjang dalam pendidikan..
Imam asy-Syafi’i rahimahullah merangkai jalan untuk memperoleh ilmu dalam syairnya:
أَخِي لَنْ تَنَالَ الْعِلْمَ إلَّا بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيكَ عَنْ تَفْصِيلِهَا بِبَيَانِ ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌوَبُلْغَةٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُولُ زَمَانِ
🍂 Saudaraku.. Engkau tidak akan mendapatkan ilmu melainkan dengan enam perkara..
Akan aku kabarkan kepadamu perinciannya secara jelas:
1) kecerdasan,
2) semangat,
3) kesungguhan,
4) bekal,
5) bimbingan guru dan
6) waktu yang panjang.
[Diwan asy-Syafi’i: 20]
Karena mendidik tidak bisa instan..
•┈•◎❅❀❦❖🌸🌻❤🌻🌸❖❦❀❅◎•┈•







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
semoga bermanfaat.